Awalnya, jalan tersebut diblokir menggunakan kayu. Namun, tidak ada permintaan maaf dari pendukung lawan. Untuk itu, dia menurunkan batu dan membuat tembok yang menutupi badan jalan tersebut.
Pemblokiran jalan, lanjutnya, diviralkan dan narasinya dibuat menyudutkan calon kades petahana Umar Soleh. Untuk itu, Didih angkat bicara menyikapi pemberitaan tersebut.
“Saya tegaskan, penutupan jalan di atas lahan keluarga merupakan inisiatif saya pribadi. Tidak ada arahan dari siapapun, bahkan calon kades yang saya dukung sejak awal sudah melarang penutupan jalan tersebut,” kata Didih ketika dihubungi Radar Banten, kemarin.
Atas desakan keluarga, Didih kemudian mempersilahkan tembok yang menutupi badan jalan dibongkar. Namun, setelah muncul berita yang menyudutkan calon kades, dirinya dan pendukung kembali memanas.











