Unjuk rasa buruh mendapat penjagaan ketat dari aparat kepolisian, sehingga massa buruh gagal masuk ke dalam Kantor Gubernur Banten. Yang dilakukan buruh hanya menyampaikan orasi di luar gerbang utama Kantor Gubernur Banten.
Juru bicara buruh, Jayadi mengungkapkan, peringatan Hari Pahlawan sejatinya buruh tidak melakukan unjuk rasa. Namun pihaknya terpaksa turun ke jalan lantaran Pemprov Banten tidak pernah serius memperjuangkan hak-hak buruh.
“Kami hanya ingin bertemu dengan Gubernur, apakah mau jadi pahlawan buruh untuk membela hak-hak buruh, atau tunduk pada aturan yang tidak pro buruh,” tegasnya.
Jayadi menegaskan, pihaknya akan terus melakukan unjuk rasa hingga Gubernur Wahidin Halim bersedia duduk bersama dengan ribuan buruh di Banten.
“Kami beri waktu hingga 20 November mendatang, sampai Gubernur mau menemui kami. Bila tidak mau, maka kami katakan pemimpin Banten tidak peduli terhadap nasib rakyatnya,” bebernya.











