Ketua Umum Honorer Non-ASN Provinsi Banten Taufik Hidayat mengatakan, kurang lebih 6.000 honorer di Banten memiliki kekhawatiran yang sangat besar. Jika rencana Kemenpan RB ini dilaksanakan, maka nasib tenaga honorer yang ada di kurang lebih 48 OPD akan terancam status pekerjaannya, mengingat sampai saat Pemprov Banten dalam hal ini BKD- Provinsi Banten tidak mengusulkan formasi honorer di Banten ini yang bekerja di posisi tenaga administrasi, teknis, kesehatan, penyuluh, dan lain-lain di luar tenaga pendidik yang sudah ada alokasinya sejak 2021.
Maka dari itu, ia mengatakan, para tenaga honorer mendesak kepada Pemprov Banten untuk segera mengusulkan atau membuka formasi untuk pegawai di luar tenaga pendidik yang seolah diistimewakan. “Bahkan kami sudah berkali-kqli menyampaikan keluhan-keluhan kami ini baik ke BKD, Komisi I, dan ke instansi terkait tapi sampai saat ini tidak ada realisasinya,” tegas Taufik.
Ia selaku perwakilan dari para tenaga honorer meminta Pemprov untuk segera mengusulkan formasi baik ASN maupun PPPK untuk seluruh bagian yang bertugas di seluruh instansi yang ada di Pemprov Banten. “Jangan hanya untuk tenaga guru saja karena kami juga sama-sama bekerja di instansi milik Pemprov Banten,” tuturnya.
Mengingat rata-rata masa kerja honorer yang ada di instansi pemerintah yaitu empat sampai dengan 13 tahun lebih, maka ia meminta honorer yang ada di Banten agar menjadi prioritas pengangkatan oleh Pemprov, jika perlu tanpa tes. “Jangan diadakan tes atau pembukaan tes PNS atau PPPK untuk umum mengingat honorer di Banten sangat banyak dan dari faktor usia sangat tidak mungkin untuk bersaing dengan pelamar yang baru lulus, mengingat secara pengetahuan dan kemampuan sangat jauh dengan para honorer yang sudah tua,” tandas Taufik.
Kata dia, para tenaga honorer berharap Pemprov Banten agar mendengar aspirasi para tenaga honorer karena hal itu menyangkut hajat hidup para tenaga honorer ke depan. Bahkan, para tenaga honorer juga sudah melayangkan surat kepada Pemprov Banten sejak 20 Januari lalu untuk menyampaikan aspirasi mereka. (nna/nda)











