“Saat ini, beliau merupakan sosok yang tepat bagi MUI. Karena selama lima tahun terakhir, beliau berhasil memimpin MUI dan dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membina umat,” ungkapnya.
Mantan Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Banten ini berharap, MUI Lebak dapat terus berkiprah dalam membina masyarakat di daerah. Sehingga umat di daerah terhindar dari berbagai jenis aliran sesat dan paham radikal.
“Pembinaan terhadap masyarakat dilakukan berjenjang, mulai dari pengurus kabupaten, kecamatan, hingga pengurus di tingkat desa,” tegasnya.
Ketua MUI Lebak terpilih KH. Pupu Mahpudin menyatakan, sejak awal telah menyerahkan jabatan sebagai Ketua MUI kepada para ulama yang lain. Namun, pada saat pemilihan oleh tim formatur, dirinya kembali diamanahi untuk memimpin organisasi yang menghimpun para ulama di Lebak tersebut. Untuk itu, dirinya akan berupaya maksimal menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya. Dengan harapan, MUI Lebak dapat terus berkiprah dan memberikan kebermanfaatan bagi masyarakat.
“Saya sebenarnya ingin istirahat dan memberikan kesempatan kepada yang lain. Tapi, para pengurus MUI kecamatan dan tim formatur ternyata kembali memberikan amanah tersebut kepada saya,” kata Pupu.
Ke depan, MUI akan konsisten dalam melakukan pembinaan umat, syiar Islam, dan tentunya bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menangkal masuknya aliran sesat dan paham radikal ke Bumi Multatuli.
“Tugas MUI semakin berat. Apalagi di era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang, paham radikal dan aliran sesat bisa disebarkan melalui media sosial atau internet. Karena itu, kita harus memberikan pemahaman yang utuh tentang ajaran Islam kepada anak-anak sebagai generasi penerus bangsa,” tegasnya.(*)
Reporter: Mastur











