Dalam memperjuangkan nasib honorer, Helldy mengaku tidak ingin setengah-setengah.
“Yang jadi prioritas bukan hanya tenaga pendidikan di Dinas Pendidikan dan tenaga kesehatan di Dinkes, tapi juga tenaga teknis. Itu penting karena berkaitan dengan pelayanan,” katanya.
Asda I Kota Cilegon, Tatang Muftadi menambahkan, sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat, Pemkot Cilegon tentu saja masih membutuhkan tenaga honorer.
“Jumlah pegawai kita setiap tahun berkurang karena pensiun. Sementara jatah rekrutmen yang didapat Cilegon kurang memadai. Maka, untuk optimalisasi pelayanan, kita masih butuh honorer,” katanya.
Sementara itu, Ketua APEKSI, Bima Arya Sugiarto juga mengatakan bahwa penghapusan honorer pada tahun depan tidak rasional.
“Saya mengajak kepada semua kepala daerah untuk kompak mengawal masalah ini. Kalau honorer betul betul selesai di 2023, lumpuh semuanya,” ujarnya. (bam/air)











