RADARBANTEN.CO.ID – Pemprov Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten menggelar ruang publik berkreasi atau Jumat ngeBanten di delapan kabupaten/kota setiap pekan. Kegiatan rutin yang mulai dilakukan tahun ini itu dilakukan guna memberikan ruang kepada para pelaku seni budaya yang ada di Banten untuk bisa berkreasi.
Bidang Kebudayaan Dindikbud Provinsi Banten melakukan program itu berdasarkan isu strategis yang dituangkan dalam Perda Nomor 7 Tahun 2017 tentang RPJMD Jangka Menengah 2017-2022. Ada dua isu strategis tentang kebudayaan dalam Perda itu, yakni tidak adanya acara event di masyarakat adat dan tidak adanya pembinaan sanggar atau komunitas.
Untuk menjawab isu strategis kedua, Dindikbud membuat program mengaktifkan kembali ruang publik berkreasi secara berkelanjutan. Kepala Dindikbud Provinsi Banten Tabrani mengatakan, kegiatan itu dilakukan agar berdampak secara ekonomi kepada sanggar dan masyarakat sekitar.
Tahun ini, Dindikbud memberikan stimulus kepada sanggar-sanggar atau komunitas yang tampil dalam ruang publik berkreasi. Masyarakat yang menonton juga dapat ikut berpartisipasi dalam membantu sanggar dan menumbuhkan ekonomi sekitar.
Tabrani berterima kasih kepada seluruh pelaku seni budaya dan satuan pendidikan yang terus melestarikan kebudayaan Banten. Ia pun berharap masyarakat bersama pemerintah bersama melestarikan kebudayaan Banten.
Ruang publik berkreasi ini melibatkan seluruh pemerintah kabupaten/kota. Dindikbud Provinsi Banten bersama Dindikbud kabupaten/kota menyusun jadwal untuk menyelenggarakan ruang publik berkreasi, termasuk sanggar yang akan tampil. Ruang publik yang digunakan guna berdasarkan kesepakatan bersama antara pemerintah kabupaten/kota dengan sanggar di wilayah masing-masing.
Kepala Bidang Kebudayaan Dindikbud Provinsi Banten Bara Hudaya menambahkan, ada kegiatan ruang publik berkreasi yang dilaksanakan di satu tempat saja. Namun, ada juga yang berpindah-pindah tempat. “Untuk itu, kami bekerjasama dengan pemerintah kabupaten/kota. Biasanya pelaksanaannya di Jumat malam atau Sabtu malam,” ujarnya.
Kata dia, sanggar yang tampil di event ruang publik berkreasi itu berbeda-beda agar seluruh sanggar mempunyai kesempatan yang sama. Di Banten, ada 1.382 sanggar. Tetapi yang memiliki akta hanya sekira 20 persen.
Ruang publik berkreasi ini diharapkan dapat mampu membuat sanggar dan komunitas penggiat kebudayaan Banten terus lestari. (adv)











