CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat terjadi ada peningkatan kasus campak di Kota Cilegon selama tahun 2022.
Hal itu seiring ditemukannya 72 kasus suspek campak di beberapa wilayah kecamatan. Sedangkan pada tahun 2021 tercatat hanya 17 kasus.
Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kota Cilegon Febrinaldo mengatakan, penyebab terjadinya campak dikarenakan adanya infeksi virus pada daya tahan tubuh rendah, serta kurangnya imunisasi pada anak.
“Karena infeksi virus, jika daya tahan tubuh rendah tertular dari infeksi virus murbili. Kurangnya imunisasi juga termasuk dampak terjadinya campak. Maka dari itu imunisasi rutin diwajibkan,” kata Febri, Selasa, 21 Februari 2023.
Dari delapan kecamatan di Kota Cilegon, lanjut dia, Kecamatan Citangkil terbanyak ditemukannya kasus campak yakni sebanyak 20 kasus dengan empat pasien positif, disusul Kecamatan Cibeber sebanyak 12 kasus dengan satu pasien positif, dan Kecamatan Cilegon sebanyak 11 kasus dengan total dua pasien positif.











