Adapun kronologinya, bahwa RSUD Berkah mendapat kan informasi dari salah satu WhatsApp group bahwa RSUD Berkah telah menggunakan Telegram dan foto profil yang kurang sopan, pada pukul 20.09 WIB, pada tanggal 17 Maret lalu.
“Kami membenarkan itu nomor kami, tetapi nomor kami di pergunakan oleh oknum yang tidak bertanggung. Hati – hati atas penyadapan, kami tidak merasa membuat akun telegram tersebut,” katanya.
Kemudian dari pihak telegram tidak memberikan kode OTP atau kode verifikasi untuk login yang dikirim melalui pesan SMS ataupun telepon.
Pihak RSUD Berkah sudah coba ajukan riset akun.
“Harus menunggu tujuh hari. Diharapkan kepada masyarakat, untuk tidak merespon apapun dalam bentuk pesan telegram,” katanya.
Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Sandi, dan Statistik (Diskomsantik) Kabupaten Pandeglang R Goenara Dradjat menyangkan, ada orang menghacker nomor layanan RSUD Berkah.
“Iya sangat kita sayangkan karena dampaknya merugikan semua pihak, mengingat bahwa yang di hack adalah nomor layanan RSUD. Sehingga sedikit banyaknya akan mengganggu pelayanan RSUD terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan, terutama pelayanan kesehatan yang bersifat emergency,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Agus Priwandono











