RADARBANTEN.CO.ID – Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi atau Mendikbudristek Nadiem Makarim menghapus tes baca tulis dan menghitung atau Calistung yang menjadi syarat anak masuk SD. Pernyataan itu disampaikan Menteri Nadiem Makarim dalam acara peluncuran Merdeka Belajar Episode ke-24: Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, di Jakarta, Selasa, 28 Maret 2023.
Menurut Nadiem Makarim, tes Calistung masuk SD dihilangkan.
“Ini akan kita hilangkan, tidak ada abu-abu di sini. Ini adalah haknya anak-anak masuk SD,” katanya dikutip dari akun Instagram @kemendikbudristek, Kamis, 30 Maret 2023.
Menurut Nadiem, kebijakan penghapusan tes Calistung guna mengakhiri miskonsepsi tentang baca, tulis, hitung pada PAUD dan SD/MI/sederajat kelas awal yang masih sangat kuat di masyarakat.
“Jadi untuk mengakhiri miskonsepsi itu maka transisi PAUD ke SD perlu berjalan dengan mulus. Jadi tidak harus tes Calistung,” katanya.
Nadiem berkeinginan, pembelajaran di PAUD dan SD/ MI/sederajat kelas awal harus selaras dan berkesinambungan. Setiap anak memiliki hak untuk dibina agar kemampuan yang diperoleh tidak hanya kemampuan kognitif, tetapi juga kemampuan pondasi yang menyeluruh.
“Harus dibangun mulai dari PAUD secara bertahap dan dengan cara yang menyenangkan. Siap sekolah anak merupakan proses yang perlu dihargai oleh satuan pendidikan dan juga orang tua,” katanya.
Sekretaris Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Kabupaten Pandeglang Sutoto mengatakan, sekarang masuk SD tidak lagi harus dilaksanakan tes Calistung.
“Sekarang memakai kebijakan merdeka belajar episode 24. Yaitu transisi pembelajaran PAUD ke kelas awal SD yang menyenangkan,” katanya.
Sutoto menjelaskan, merdeka belajar episode 24 yaitu melaksanakan proses pembelajaran siswa kelas 1 dengan metode pengenalan literasi dan numerasi seperti halnya anak belajar di PAUD. Jadi tidak lagi harus ada syarat tes Calistung.
“Masuk SD di tahun ajaran baru ini tanpa syarat apapun. Dan ini sudah kami sosialisasikan kepada semua sekolah di Pandeglang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Merwanda











