SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Nasib 34 guru Bahasa Inggris yang sudah mengikuti tes PPPK di Kota Serang menjadi atensi bagi DPRD Kota Serang.
Pasalnya, 34 guru tersebut pada tahun 2021 sudah mengikuti tes pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK. Pada hasil nilai tes tersebut mereka sudah mencapai diambang batas atau lulus.
Kendati demikian, mereka belum sampai pada tahap kontrak karena formasi guru pelajaran Bahasa Inggris di SMP sudah penuh.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Serang Hasan Basri mengatakan, pihaknya saat ini sedang mencari solusi agar 34 guru Bahasa Inggris ini ada kejelasan.
“Memang untuk guru Bahasa Inggris ini cantolan di Dapodik-nya tidak ada. Karena lagi diusahain juga, maka dari itu kita juga lagi cari referensi,” ujarnya, Jumat 9 Juni 2023.
Ia mengatakan, DPRD dan Pemkot Serang tengah mengupayakan agar dapat memberikan solusi terbaik bagi guru Bahasa Inggris.
“Misalnya di daerah lain yang akomodir guru guru Bahasa Inggris di SD itu ada tidak. Saya alhamdulillah ada yang share juga tuh untuk guru-guru itu,” katanya.
Menurutnya, pelajaran Bahasa Inggris dinilai penting untuk siswa di SD karena pelajaran tersebut akan diperlukan di masa mendatang.
“Sebenarnya mestinya ada muatan lokal (mulok) yang wajib gitu ya. Karena kalau kita lihat ke depan ini Bahasa Inggris terutama itu penting. Bahkan kalau perlu dari TK sudah mulai dikenalkan Bahasa Inggris,” katanya.
Ia pun menegaskan, akan mendukung pelajaran Bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di tingkat SD.
“Lah SD kalau tidak belajar bahasa inggris itu gimana. Kalau di daerah maju kan sudah bilingual (kemampuan dua bahasa) saya mendukung betul kalau pelajaran Bahasa Inggris itu jadi pelajaran mulok wajib,” tuturnya.
Sebelumnya diberitakan, Koordiantor Wilayah Forum Guru Honorer Negeri Lulus Passing Grade Seluruh Indonesia (FGHNLPSI) Badriah mengatakan, beberapa guru Bahasa Inggris yang sudah menjalankan tes seleksi PPPK 2021 hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan.
“Tahun 2021 ikut tes PPPK, hasil nilai tes itu mereka sudah di ambang batas alias lulus, namun belum sampe tahap kontrak karena formasi guru pelajaran bahasa Inggris di SMP itu sudah terpenuhi. Mangkannya kami minta agar Pemkot Serang bisa mengeluarkan surat terkait linearitas untuk formasi guru di SD mata pelajaran Bahasa Inggris yang kuotanya banyak ke pemerintah pusat,” katanya.
Badriah meminta agar mata pelajaran Bahasa Inggris di tingkat SD tidak dihilangkan begitu saja.
“Kami berharap pelajaran bahasa Inggris jangan dihapus di SD, jadi ada Jaseng (Jawa Serang) sama bahasa Inggris juga. Kan ini sebagian ada sekolah mulok, Bahasa Inggris dihapus,” tutur Badriah.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











