SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pasangan suami istri di Kota Serang lebih banyak memilih untuk mengatur masa kelahiran anak lebih lama dengan memasang alat kontrasepsi.
Hal itu diketahui dalam Program Sejuta Akseptor yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat untuk dijalankan oleh seluruh Pemerintah Daerah.
Diketahui, Kota Serang memiliki target sebanyak 7.491 akseptor yang terbagi dalam implan, IUD, MOW, suntik, pil, kondom, dan lainnya.
Dari 7.491 akseptor itu, 5.000 lebih masyarakat Kota Serang yang sudah menikah mendaftar program akseptor.
“Target kita tujuh ribu akseptor, secara warna kita hampir sama se-Provinsi Banten ada di zona hijau atau capaian bagus,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Serang, Anthon Gunawan, Kamis, 22 Juni 2023.
Ia mengatakan, ada beberapa jenis akseptor yang tidak mencapai target. Salah satunya adalah akseptor implan.
Menurutnya, masyarakat lebih banyak memilih memakai akseptor jenis lain seperti IUD, MOW.
“Tapi untuk beberapa jenis akseptor kita ada beberapa jenis yang tidak tercapai, misalnya implan itu tidak mencapai 100 persen, sisanya tercapai atau melebihi target,” katanya.
Ia mengatakan, dari target yang ditentukan terkait program akseptor, Kota Serang telah mencapai 70 persen dan berada di zona bagus.
“Di atas 70 persen capaian kami, sekitar lima ribu lebih dari tujuh ribu target akseptor di Kota Serang,” tuturnya.
Sebelumnya, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan, ada berbagai jenis akseptor yang dipilih oleh masyarakat untuk mengatur kelahiran bagi pasangan suami istri.
Syafrudin menjelaskan, program akseptor ini dijalankan oleh Pemkot Serang untuk mengatur kelahiran demi mencegah stunting.
“Jadi selama ini ada masyarakat yang baru melahirkan satu tahun sudah punya anak lagi, sehingga ngurus anak masih kecil-kecil ini sangat repot,” katanya, Rabu, 14 Juni 2023.
Ia juga menuturkan, masyarakat Kota Serang bisa mendaftarkan diri untuk mengikuti Program Sejuta Akseptor tersebut secara gratis.
“Ini gratis, syaratnya hanya KTP saja dan surat nikah saja. Mudah-mudahan dalam pelaksanaan Harganas yang ke-30 yang menjadi target sejuta akseptor ini bisa tercapai dan sukses,” katanya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











