PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Perumdam Tirta Berkah Pandeglang siap mengelola IPA (Instalasi Pengolahan Air) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Tanjung Lesung berkapasitas 100 liter per detik di Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang. IPA SPAM Tanjung Lesung merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Banten senilai Rp32.599.678.000 yang bersumber dari APBN.
Proyek dikerjakan oleh kontraktor PT. Linggar Bhakti Teknika selama 15 bulan terhitung dari semenjak 2 Agustus 2021 hingga akhir kontrak 4 November 2022.
Pada saat ini IPA SPAM KSPN Tanjung Lesung sudah memasuki tahap menjalankan tes uji coba yang disaksikan langsung oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita serta Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya Kemen PUPR Muhammad Yoza Habibie
Direktur Perumdam Tirta Berkah Pandeglang Euis menyatakan kesiapannya untuk mengelola IPA SPAM KSPN Tanjung Lesung.
“Sebab secara Sumberdaya Manusia (SDM) Perumdam sudah mengikuti pelatihan terlebih dahulu. SDM kita sudah terlatih insya Allah sudah siap,” katanya, saat mendampingi Bupati Pandeglang Irna Narulita menyaksikan uji coba SPAM Tanjung Lesung di Desa Karyasari, Kecamatan Sukaresmi, Senin, 26 Juni 2023.
SPAM Tanjung Lesung berkapasitas 100 liter per detik. Saat ini jaringan perpipaan sudah tersambung di 10 desa.
“Namun untuk saluran ke rumah tangga perlu dukungan bantuan melalui program perkotaan. Jika ada bantuan turun insyaallah masyarakat hanya pendaftaran saja tidak ada biaya pemasangan. Kurang lebih ada 8000 sambungan rumah untuk di Kecamatan Panimbang, Sobang, dan Sukaresmi,” katanya.
Euis menjelaskan, proyek SPAM KSPN merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jendral Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Provinsi Banten.
“Pembangunan ini, merupakan salah satu target Pemerintah Indonesia memiliki komitmen untuk mencapai target Suistanable Development Goals (SDGs) pada tahun 2030. Yakni pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi di kawasan perkotaan maupun perdesaan dalam meningkatkan jumlah masyarakat yang dapat mengakses pelayanan air minum layak, aman serta meningkatkan penerapan nilai dan perilaku hidup bersih dan sehat,” katanya.
Kawasan Tanjung Lesung merupakan bagian dari Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Ujung Kulon yang terletak di Kecamatan Panimbang dan sekitarnya.
“Wilayah Kecamatan Panimbang dan sekitarnya merupakan daerah sulit air, dengan kondisi air sumur yang payau. Saat ini sebagian warganya sudah terlayani PDAM namun masih banyak yang belum sehingga keberadaan SPAM KSPN sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat,” katanya.
Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah Banten Direktorat Jendral (Ditjen) Cipta Karya Kemen PUPR Muhammad Yoza Habibie mengungkapkan, saat ini serah terima pengelolaan lebih dulu.
“Kita akan serahkan pengelolaannya Instalasi Pengolahan Air (IPA) saat ini 100 liter per detik, kepada pemerintah daerah. Sedangkan untuk serah terima aset butuh proses lama,” katanya.
Yoza mengatakan, kalau sumber air SPAM Tanjung Lesung ini bersumber dari sungai Ciliman yang diolah melalui IPA masuk ke reservoir selanjutnya disalurkan tower air Cikadu melalui jaringan pipa. Jaraknya sejauh 34 kilometer sampai ke Cikadu.
“Yang sekarang kita kelola baru 100 liter per detik dan mebutuhan nya 200 liter per detik. Kedepan kita kembangkan lagi sisanya karena ini proyek multi years,” katanya.
Bupati Pandeglang Irna Narulita menambahkan, kalau SPAM Tanjung Lesung saat ini memasuki tahap menguji kelayakan air bersih yang nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat Pandeglang selatan dan Kawasan Ekonomi Khusus.
“Pengolahan SPAM ini akan diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Pandeglang melalui Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) tirta Berkah. Kendati sudah diserahterimakan, diharapkan Kementerian PUPR terus memberikan pendampingan, tidak dilepas begitu saja,” katanya.
Irna optimis, apabila sudah diserahterimakan, IPA SPAM Tanjung Lesung akan dikelola secara profesional oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perumdam. Pengolaannya bisnis to bisnis.
“Untuk kebutuhan memenuhi air bersih KEK, dan memenuhi sambungan rumah ke masyarakat. Pengelolaannya tentunya akan meningkatkan PAD yang akan kami gulirkan kembali untuk masyarakat dalam bentuk pembangunan di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Aas Arbi











