SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kurangnya ahli gizi untuk menangani stunting menjadi permasalahan utama bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Untuk itu, Pemkot Serang meminta kepada seluruh rumah sakit swasta maupun rumah sakit negeri agar membantu dalam penuntasan stunting di Kota Serang.
Pemkot Serang pada Rabu, 24 Januari 2024, telah mengundang seluruh pimpinan rumah sakit swasta maupun negeri untuk membahas permasalahan stunting di Kota Serang.
Diketahui, pada tahun 2023, angka stunting di Kota Serang mencapai 1.274 anak. Sementara, pada tahun 2022 terdapat 1.586 anak.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang, Ahmad Hasanudin, mengatakan, penuntasan dan penanganan stunting merupakan program prioritas yang wajib dijalankan oleh seluruh Pemerintah Daerah se-Indonesia.
“Stunting merupakan program yang harus dituntaskan oleh seluruh Pemerintah Daerah se-Indonesia. Para direktur rumah sakit juga berkenan untuk membantu menjadi orang tua asuh dalam menangani stunting yang ada di Kota Serang,” ujarnya, Kamis, 25 Januari 2024.
Ia mengatakan, Pemkot Serang juga akan memberikan surat secara resmi kepada seluruh pimpinan rumah sakit swasta maupun negeri yang berada di Kota Serang.
“Kami akan bersurat secara resmi kepada direktur rumah sakit di Kota Serang untuk kesediaannya menjadi orang tua asuh bagi penderita anak stunting,” katanya.
Menurutnya, saat ini Pemkot Serang hanya baru menjalankan program dalam penurunan stunting berupa pemberian telur. Sebab, telur memiliki protein yang cukup untuk menangani anak stunting.
“Secara teori, pemberian protein telur cukup cepat penyerapannya terhadap balita stunting. Sehingga apabila diberikan telur satu butir setiap hari selama enam bulan, itu mempercepat penurunan stunting paling tidak sekitar 46 persen,” ujarnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











