SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Sebanyak 132 Kepala Keluarga di Desa Kemuning, Kecamatan Tanjung Teja, Kabupaten Serang terdampak banjir.
Banjir melanda Kampung Nagreg dan Kampung Cigobang, Desa Kemuning, Kecamatan Tunjungteja, Kamis malam, 18 April 2024. Tingginya intensitas hujan membuat Sungai Cisangu yang melintasi dua kampung tersebut meluap.
Relawan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Serang Amin Nazli mengatakan, selain tingginya intensitas hujan, Sungai Cisangu meluap karena air kiriman dari Kabupaten Lebak.
“Hujan dari kemarin sore, terbentuknya dari semalam. Ketinggiannya mulai dari 40-60 centimeter bervariasi,” katanya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat, 19 April 2024.
Kata dia, sekira 132 kepala keluarga terdampak banjir. Sebanyak 75 warga mengungsi di rumah kerabatnya atau membuat tenda darurat di wilayah yang aman. “Ada sebagian warga yang sudah mengungsi ke tempat keluarga, tetangga dan ada juga yang mengungsi di tenda darurat pakai terpal yang dibuat oleh warga,” jelasnya.
Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah desa, kecamatan, dan lainnya untuk mendapat penanganan. “Alhamdulillah sudah turun perahu dari BPBD Provinsi Banten untuk akses warga hilir mudik keluar masuk ke pemukiman,” imbuhnya.
Ia mengungkapkan, saat ini air masih merendam sebagian pemukiman warga dan jalan akses menuju rumah warga.
“Hasil pantauan ada sekitar 30 rumah yang terendam, tapi yang terdampak atau terisolasi itu lebih dari 100,” jelasnya.
Dia berharap bantuan logistik untuk warga terdampak banjir segera datang. ” Saat ini warga sangat membutuhkan logistik, selimut dan obat-obatan,” imbuhnya.
Editor : Merwanda











