SERANG,RADARBANTEN.CO.ID – Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menginginkan agar Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) 2025-2045 mampu menjawab tantangan bonus demografi yang puncaknya akan terjadi di 2034-2035. Hal itu agar nantinya, target indonesia emas tahun 2045 dapat tercapai.
Tatu mengatakan, apabila tidak disiapkan dengan baik, bonus demografi bisa menjadi bencana bagi suatu daerah. Untuk itu, RPJPD yang saat ini sedang dibahas oleh pemerintah daerah harus mampu menjawab tantangan-tantangan agar bonus demografi dapat berdampak positif untuk Kabupaten Serang.
“Jangan lupa kita akan mendapatkan bonus demografi itu puncaknya di 2034-2035, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena kalau tidak kita siapkan kebutuhannya akan menjadi bencana,” katanya Rabu 24 April 2024.
Menurutnya, ada banyak sekali indikator yang disiapkan untuk menjawab tantangan bonus demografi yang ada di depan mata. Mulai dari kesehatan, pendidikan hingga peningkatan daya beli.
“Kita siapkan untuk pengembangan wilayah, pendidikannya, kesehatannya, peningkatan daya beli. Di 2034-2035 kita akan mendapatkan bonus demografi itu harus betul-betul dibuat perencanaan dalam jangka panjangnya,” jelasnya.
Tantangan bonus demografi tersebut pastinya harus menjadi perhatian penting mengingat Indonesia memiliki target untuk menjadi Indonesia emas di tahun 2045.
“Kabupaten Serang tentunya harus ikut serta untuk masuk Indonesia emas tersebut, ada banyak hal yang harus kita lakukan, karena tadi dari beberapa target kita harus ke arah sana,” jelasnya.
Untuk itu, pihaknya meminta agar dilakukan inventarisir tehadap potensi-potensi yang dimiliki oleh Kabupaten Serang agar nantinya dapat dikelola dengan baik.
“Kita akan menginventarisir modal-modal yang ada di Kabupaten Serang, dari kewilayahan seperti apa, terus dari geografisnya, kemudian Kabupaten Serang itu wilayahnya terdiri dari wilayah apa saja, misalkan ada industri, pertanian, laut, itu juga menjadi bagian potensi Kabupaten Serang,” tegasnya.
Lebih lajut tatu meminta agar dalam proses penyusunan RPJPD 2025-2045 dilakukan dengan hati-hati dan memastikan agar indikator-indikator yang telah ditentukan sesuai.
“Bappedalitbang mempunyai tugas langsung untuk menyiapkan RPJPD 2025-2045, jadi 20 tahun ke depan, kegiatan ini untuk sinkronisasi, menerima saran masukan, dari semua stakeholder di Kabupaten Serang dan juga mensinergikan dengan RPJPD provinsi dan RPJPN, untuk itu baik dari provinsi dan pusat hadir,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kabupaten Serang Rachmat Maulana mengatakan, saat ini tahapan penyusunan RPJPD sudah masuk dalam tahapan 12 dari total 17 tahapan yang harus dilalui.
“Dari sini, terus di review kemudian masuk ke dewan di Pansus. Jadi kita itu sesuai arahan dari pemerintah pusat, memastikan apa-apa saja yang menjadi target utama itu di indikator kinerja harus bisa sama, artinya yang pusat inginkan kita support habis-habisan,” jelasnya.
Ia mengatakan, ada sejumlah isu-isu strategis yang menjadi poin-poin pada RPJPD 2025-2045. Salah satu poin utama yang ingin dikejar ialah peningkatan Indes Pembanguan Manusia (IPM) di Kabupaten Serang dimana ada tiga indikator yakni kesehatan, pendidikan dan daya beli.
“Kesehatan kita tau semua, hari ini kita masih berjuang ada persoalan strategis kesehatan yang namanya penurunan AKI AKB, starting harusnya sudah berada di titik dibawah nasional, nah di 2045 ke depan itu yang kita kejar, persoalan kesehatan kita harus bisa diatas sekarang,” jelasnya.
Untuk pendidikan, pihaknya menargetkan agar pendidikan masyarakat Kabupaten Serang nantinya dapat setara dengan kabupaten kota lainnya, seperti wilayah-wilayah di Tangerang Raya.
“Kemudian indeks daya beli, yang masih menjadi persoalan kan pengangguran, kemiskinan, kemiskinan ekstrim ini menjadi PR kita bersama. Oleh karena nya ke depan kita ingin sekali menyelesaikan persoalan IPM ini menjadi skala prioritas pertama itu yang paling kita pastikan, supaya keberadaan kabupaten serang bisa sejajar dengan kabupaten kota lain, minimal sama kabupaten yang angkanya diatas nasional, kabupaten tangerang kota tangerang, tangsel, kita mau sejajar dengan mereka,” pungkasnya.
Lebih lanjut, ia meminta agar seluruh pihak mau menurunkan ego sektoralnya sehingga nantinya program prioritas dapat dikejar bersama-sama. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editori: Aditya











