TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID –
Penjabat (Pj) Walikota Tangerang, Nurdin, menyebut jika Kota Tangerang telah memiliki fasilitas kesehatan gratis untuk masyarakat. Yakni, dengan program Universal Health Coverage (UHC) yang mencapai 99,8 persen dan tertinggi se-Banten.
Hal itu disampaikan PJ Walikota, Nurdin, dalam Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Tingkat Provinsi Banten di Great Western Resort, Kota Tangerang, 29-30 Mei 2024.
Dalam raker yang dibuka langsung oleh Pj Gubernur Banten, Al Muktabar, Nurdin menyebut jika Pemkot Tangerang berkomitmen agar masyarakat Kota Tangerang mendapat layanan kesehatan yang layak dan terjangkau.
“Pemkot tentunya berkomitmen agar seluruh masyarakat dapat tercover asuransi kesehatan. yakni dengan memaksimalkan dan menyinkronkan asuransi-asuransi yang sudah ada, misalnya asuransi dari para pekerja penerima upah, mengingat Kota Tangerang adalah kota seribu industri dan sejuta jasa, maka sebagian besar sudah terkover,” Imbuhnya.
“Nah, tinggal untuk para pekerja bukan penerima upah asuransi BPJS kesehatannya dicover oleh APBD, termasuk juga dengan pekerja penerima upah yang di-PHK, itu nanti otomatis preminya akan dibayarkan oleh Pemkot,” tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nurdin juga menyoroti kinerja dan peran para kader kesehatan di Kota Tangerang yang berhasil mewujudkan capaian UHC yang hampir mendekati 100 persen tersebut.
“Dan kita juga terus upayakan melalui dukungan para kader kesehatan untuk memastikan agar mereka tergabung sebagai penerima manfaat dari BPJS Kesehatan ini. Bahkan bagi para kelompok rentan yang bukan KTP Kota Tangerang pun kami sudah siapkan anggaran agar semua dapat tercover dalam layanan kesehatan gratis di Kota Tangerang,” tambahnya.
Selain itu, mantan Kepala Pusdatin Kemendagri itu turut membeberkan strategi pelayanan kesehatan di Kota Tangerang agar semakin menjangkau ke semua lini serta siklus hidup masyarakat.
“Tentunya kolaborasi dengan semua pihak termasuk swasta melalui skema public private mix yang merupakan strategi kolaboratif dengan melibatkan rumah sakit swasta untuk melayani masyarakat baik untuk pemeriksaan maupun pengobatan,” imbuhnya
“Kemudian juga dengan redistribusi fasos fasum serta Posyandu sebagai bentuk implementasi dan penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) agar layanan kesehatan semakin dapat terjangkau dan menjangkau semua kelompok umur,” pungkas Pj Walikota. (*)
Editor: Agus Priwandono











