SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan menjadikan lahan sawah seluas 150 hektare di Kecamatan Lebakwangi sebagai lokasi untuk pelaksanaan program Indeks Pertanaman IP 400 sehingga mampu melakukan penanaman sekaligus panen selama empat kali dalam satu tahun.
Kepala Seksi Sarana Produksi Pertanian pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Serang, Anton Eka Prasetia mengatakan, pihaknya mengajukan kurang lebih seluas 1.500 hektare ke kementerian untuk pelaksanaan program IP 400 di Kabupaten Serang.
Hasilnya, hanya ada 500 hektare lahan yang disepakati pada tahun tersebut untuk pelaksanaan program IP 400.
“Di Kabupaten Serang ada sebanyak 1.500 hektare lahan yang berpotensi untuk pengembangan IP 400, tetapi setelah dilakukan verifikasi untuk Kabupaten Serang di 2023 itu yang di-ACC hanya hanya 500 hektare,” katanya, Rabu 5 Juni 2024.
Ia mengaku, di tahun 2024 ini pihaknya kembali mengajukan program tersebut yakni seluas 1.000 hektare lahan sawah. Akan tetapi, pada tahun ini yang disepakati oleh kementerian hanya seluas 150 hektare lahan saja. Program itu kemudian akan difokuskan di Kecamatan Lebakwangi.
“Yang lolos verifikasi hanya 150 hektare, semuanya kita fokuskan di Lebakwangi. Mudah-mudahan bisa sukses dilaksanakan, karena hanya terfokus di satu kecamatan, sehingga kita lebih mudah untuk melakukan monitoring evaluasi,” tegasnya.
Ia mengaku, jika wilayah Kabupaten Serang secara geografis banyak sekali yang dapat menjadi lokus pelaksanaan program IP 400. Hal itu lantaran di Kabupaten Serang ada beberapa wilayah yang memiliki sumber air yang bagus.
“Kan potensi banyak terutama daerah yang sumber air yang besar, seperti Baros, Padarincang, Ciruas, Kramatwatu, Lebakwangi, Jawilan, itu daerah yang berpotensi untuk pengembangan IP 400,” tegasnya.
Menurutnya, ketersediaan air merupakan prasyarat utama untuk pelaksanaan program IP 400. Ia menilai jika Kecamatan Lebakwangi merupakan salah satu kecamatan yang cocok untuk pelaksanaan program tersebut.
“Syarat utamanya ialah air tersedia sepanjang tahun, jadi tidak hanya mengandalkan pada air hujan, lalu mereka harus siap air irigasi dan air tanah, tersedia sepanjang musim. Saat kita verifikasi untuk air selalu tersedia di sini, ada juga sumber air, kemarin sudah kita survei dengan BSIP dan Kementan, ini lolos untuk IP 400,” pungkasnya.
Sementara itu, Babinsa Desa Kebonratu Serka Andi Putra mengaku, siap mengawal program yang juga menjadi atensi bagi TNI untuk memastikan agar cadangan pangan tetap aman.
“Kami akan mendampingi dan mengarahkan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh para petani, termasuk ikut terjun langsung melakukan penanaman padi,” pungkasnya.
Diketahui, program IP 400 di Kecamatan Lebakwangi, tepatnya di Desa Kebonratu diinisiasi oleg Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ratu Tani. (*)
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi










