SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anggaran makan siang gratis atau makan bergizi di pemerintahan Prabowo-Gibran dipastikan cukup fantastis.
Dikutip dari Disway.id, Pemerintah Pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, menyebut bahwa anggaran makan siang gratis akan disesuaikan di masing-masing daerah.
Pasalnya, setiap daerah memiliki harga makanan berbeda. Bisa jadi anggaran Rp 7.500 per anak sudah cukup besar untuk daerah tertentu.
Di Kota Serang, berdasarkan data dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik), terdapat 123.440 siswa yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang.
Angka itu terdiri dari, TK 6.692 siswa, Kelompok Bermain atau PAUD 7.180 siswa, SD 80.773 siswa, dan SMP 28.795 siswa.
Dari total siswa itu, maka dibutuhkan anggaran untuk satu harinya sebanyak Rp 925 juta lebih.
Untuk satu pekan atau lima hari masa sekolah dibutuhkan anggaran Rp 4,6 miliar lebih, untuk satu bulan sebanyak Rp 92 miliar lebih, dan satu tahun Rp 1,1 triliun.
Kepala Bidang Anggaran pada BPKAD Kota Serang, Arif Redi Winata mengatakan, pihaknya masih menunggu regulasi yang akan diturunkan oleh pemerintah pusat.
“Nanti nunggu regulasinya dari pusat, pasti pusat juga sudah memikirkannya. Jadi kalau memang sudah ada regulasinya mau tidak mau, Suka tidak suka daerah harus menjalankan,” ujar Redi.
Redi mengatakan, Kementerian Dalam Negeri sudah memberikan kisi-kisi kepada seluruh pemerintah daerah soal anggaran makan siang gratis.
“Di sela-sela kegiatan di Bali itu, salah satu pejabat dari kementerian memberikan kisi-kisi untuk 2025 terkait dengan makan gratis yang sepertinya akan dialokasikan di DAU earmark. Tapi untuk kepastiannya masih menunggu regulasi. Karena pedoman penyusunan APBD 2025 juga belum terbit,” jelas Redi.
Redi meyakini, anggaran makan siang gratis yang cukup fantastis itu akan dibiayai oleh Pemerintah Pusat, dan tidak dibebankan kepada Pemerintah Daerah. Terlebih, dengan kondisi APBD Kota Serang yang tidak memungkinkan.
“Kembali ke kemampuan keuangan daerah, kita kan bukan cuma ngurusin makan gratis ya. Tapi saya yakin, itu kan program pemerintah pusat, saya pikir akan didanai oleh pemerintah pusat,” kata Redi.
Di sisi lain, Kepala Dindikbud Kota Serang, Tb Suherman mengaku, pihaknya sudah diminta data siswa oleh Dinkes Provinsi Banten.
“Mengenai makan gratis, Kota Serang sudah diminta datanya oleh Dinkes provinsi minggu kemarin. Kalau polanya kami belum tahu,” kata Suherman.
Editor: Agus Priwandono











