SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Kota Cilegon mengeluhkan akan maraknya praktik premanisme dan calo tenaga kerja di kota mereka yang jadi wilayah industri.
Hal itu menjadi aspirasi yang dijaring oleh Anggota Fraksi PAN DRPD Banten Dede Rohana. Katanya, aspirasi itu dirinya dapati saat melakukan reses dibeberapa titik minggu lalu.
Ia menilai, praktik itu tentunya merugikan bagi masyarakat, juga para investor. Banyak investor yang merasa tidak nyaman dengan premanisme yang berkedok sebagai organisasi masyarakat (ormas) atau LSM.
“Ada aspirasi masyarakat bahwa mereka ingin adanya evaluasi atau pembatasan ruang gerak ormas. Karena ini sudah meresahkan,” ujarnya, Minggu 25 Mei 2025.
Seharusnya, kata Dede, ormas atau LSM harus menjalankan fungsinya sebagai penganyom masyarakat. Bukan sebagai calo yang mempersulit warga untuk mendapatkan pekerjaan.
Dirinya pun mengapresiasi langkah tegas Polda Banten dengan menindak para preman berseragam ormas di wilayah indusrti. Pihaknya mendukung langkah ini sebagai upaya untuk menjaga iklim investasi di Banten.
“Tindakan-tindakan premanisme harus dikendorkan, karena memang sudah ketinggalan zaman. Sudah saatnya kita tinggalkan arogansi dan saling berkolaborasi dengan memanfaatkan segala potensi yang ada,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











