CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) memfasilitasi pertemuan antara empat asosiasi pengusaha lokal dengan pihak kontraktor pelaksana proyek PT Cengda, Selasa 29 Juli 2025.
Empat organisasi yang hadir yaitu Kadin Cilegon, Gapensi, HIPPI, dan HIPMI. Mereka menyatukan sikap agar pengusaha lokal bisa dilibatkan dalam proyek investasi yang tengah dikerjakan PT Total Bangun Persada (TBP) dan PT Cengda.
Kepala DPMPTSP Cilegon, Hayatin Nufus, mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi sebelumnya, yang sempat diwarnai miskomunikasi antara pihak investor dan pengusaha lokal.
“Hari ini kita membangun komunikasi karena kemarin ada sedikit miss (komunikasi), sekarang empat asosiasi tersebut sudah bersatu untuk mengikuti kesempatan pekerjaan yang ada di PT Cengda,” ujar Nufus usai rapat di Ruang MPP.
Menurutnya, pemerintah kota berperan sebagai fasilitator agar pelaku usaha lokal mendapat akses lebih awal terhadap peluang kerja dari proyek-proyek investasi yang masuk ke Cilegon.
Namun, Nufus menegaskan bahwa pengusaha lokal tetap harus memenuhi kualifikasi dan spesifikasi teknis sesuai standar perusahaan.
“Pesan saya, koridor aturan dan spesifikasi perusahaan itu harus tetap dipenuhi, tidak boleh sembarangan. Teknisnya nanti dibicarakan antara Kadin dan main contractor PT Total Bangun Persada,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa profesionalitas dan kompetensi menjadi syarat utama. Jika pengusaha lokal belum memenuhi standar yang dibutuhkan, maka jangan dipaksakan.
“Tadi saya sampaikan, upayakan dulu untuk pengusaha lokal. Kalau memang tidak memenuhi atau tidak ada keahlian, lebih baik angkat tangan. Setelah itu, TBP bisa memberikan kesempatan kepada asosiasi yang sudah direkomendasikan,” tutup Nufus.
Editor : Merwanda











