LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Permintaan dana partisipasi dari sejumlah sekolah untuk kegiatan Peringatan Hari Besar Nasional (PHBN) Kecamatan Rangkasbitung memantik reaksi. Sejumlah guru mengaku menerima surat permohonan sumbangan dari panitia kecamatan, meski tidak disebut wajib, namun terasa seperti beban moral.
Sekolah-sekolah dasar, SMP, hingga SMA/SMK diminta menyumbang antara Rp300 ribu hingga Rp1 juta untuk mendukung rangkaian kegiatan sepanjang Agustus 2025.
Menanggapi hal itu, Camat Rangkasbitung Zakaria Hartanto akhirnya angkat bicara. Ia menegaskan bahwa tidak ada unsur pemaksaan dalam penggalangan dana tersebut.
“Kita ada dapat sebaran edaran dari Menseneg terkait bagaimana sih pelaksanaan memeriahkan HUT RI, sekaligus juga mengingatkan kepada warga untuk memeriahkan dan mengisi dalam rangka DPRI, sehingga kita rapat pada saat itu. Dan di dalam rapat itu juga sebenarnya ada beberapa sanggahan ya dari para kepala desa dan sebagainya lah,” ujar Zakaria saat ditemui di kantornya, Kamis, 31 Juli 2025.
Zakaria menjelaskan, kegiatan PHBN digelar rutin tiap tahun sebagai ajang mempererat kebersamaan dan menumbuhkan nasionalisme, terutama bagi pelajar. Karena itu, pihaknya mengajak seluruh unsur termasuk sekolah dan pengusaha untuk ikut berkontribusi.
“Terkait dengan penganggaran, kemudian para seksi ya silakan anda mempersiapkan berapa anggarannya, lalu kita matching-kan gitu. Dibantu oleh seluruh stakeholder yang ada di Kecamatan Rangkasbitung, baik para pengusaha termasuk desa, kelurahan, dan sekolah,” katanya.
“Tapi untuk nilai nominalnya itu, nah, itu matching dari tiap seksi. Karena dia kan punya rencana. Saya mau mengadakan futsal, nah butuh anggaran Rp7 juta, lalu dana lainnya, jadi begitu,” sambungnya.
Meski begitu, dari total kebutuhan dana Rp61 juta, hingga saat ini baru terkumpul Rp4 juta. Hal itu, kata Zakaria, menjadi bukti bahwa iuran bersifat sukarela.
“Kalau ditanya sekarang sampai saat ini berapa rupiah? Saya nanya tadi panitia baru Rp4 juta. Pada dasarnya kita tidak pernah memaksakan kepada yang tadi kita rencanakan itu. Tetapi apa, karena sudah ada kegiatan yang dibuat oleh PHBN jadi adanya salah persepsi,” jelasnya.
Zakaria mengaku akan melakukan evaluasi komunikasi kepada sekolah-sekolah agar ke depan tidak terjadi kesalahpahaman.
“Kami akan perbaiki penyampaian dan koordinasi ke depannya. Ini masukan penting bagi kami. Kami tidak ingin semangat kebersamaan justru jadi beban bagi pihak lain,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











