SERANG,RADARBANTEN.CO.ID- Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat saluran irigasi yang saat ini telah terbangun.
Hal ini guna mewujudkan program swasembada pangan yang dicanangkan oleh presiden Prabowo Subianto.
Kepala BBWSC3 Dedi Yudha Lesmana mengatakan, gerakan bersih-bersih saluran irigasi yang digagas oleh BBWSC3 di bendungan gerak Pamarayan baru yang melibatkan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80 guna menjamin suplai air ke area persawahan lancar.
“Kita menjamin suplai irigasi air irigasi ke sawah-sawahan tanpa ada hambatan dengan harapan bahwa saluran yang bersih dari sampah, limbah serta sedimentasi karena itu yang selama ini menjadi hambatan dari suplai air. Sehingga air bisa teraliri sampai dengan sawah-sawah yang paling ujung,” katanya, Kamis 14 Agustus 2025.
Ia mengatakan, aliran irigasi di Kabupaten Serang khususnya di sepanjang bendungan Pamarayan sangat panjang yakni mencapai 16.685 hektare. Dari jumlah tersebut, pihaknya menargetkan sekitar 20 persen dari total luas lahan yang dibersihkan melalui gerakan bersih-bersih irigasi.
Untuk itu, ia mengajak seluruh stakeholder terkait termasuk masyarakat untuk ikut berpartisipasi merawat dan membersihkan saluran irigasi. “Jadi irigasi ini merupakan tanggung jawab bersama dalam memelihara untuk kelangsungan dan kelestarian serta umur daripada saluran irigasi yang saat ini dimanfaatkan oleh para petani,” ujarnya.
Ia mengaku, rutin melakukan perawatan terhadap saluran irigasi yang menjadi kewenangan balai. Pada momen tersebut, pihaknya mengajak seluruh pihak untuk sama-sama melakukan tindakan bersih saluran irigasi untuk kepentingan bersama yang dilaksanakan oleh seluruh elemen-elemen para khususnya para pengguna air.
“Ya ini jadi kegiatan rutin untuk membersihkan saluran-saluran irigasi yang menjadi kewenangan kita. Ya namun demikian saya mengajak seluruh pihak untuk melakukan perawatan seperti dinas, kemudian para komunitas peduli sungai atau peduli irigasi, masyarakat petani untuk sama-sama terlibat,” tegasnya.
Ia mengaku, dari data yang dikeluarkan oleh direktorat jenderal sumber daya air di tahun 2025 lalu, ada sekitar 16.686 hektare saluran irigasi bendung Pamarayan. Jumlah tersebut berkurang apabila dibandingkan dengan data tahun 2015 berdasarkan kementerian PUPR yakni mencapai 23.350 hektare.
“Terjadi suatu pengurangan layanan disebabkan oleh ahli fungsi lahan, kemudian jumlah petani yang memang berkurang karena faktor-faktor tertentu seperti lahan yang berkurang. Sementara sumber airnya ini sudah sangat cukup dan andal untuk melayani sesuai dengan perencanaan dan layanan awal di 23.350 hektar,” ujarnya.
Ditambah lagi ada pasokan air dari bendungan Karian yang menjadi kontrol atas suplai air sehingga bisa menjamin kontinuitasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Aditya











