CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Gelombang protes mahasiswa menjalar ke Cilegon. Menyusul insiden tragis di Jakarta yang menewaskan seorang pengemudi ojek online setelah dilindas kendaraan taktis Brimob, BEM Banten Bersatu Wilayah Cilegon hari ini, Selasa 2 September 2025, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Cilegon.
Aksi bertajuk “Reformasi Polri dan DPR: Untuk Rakyat, Bukan Penguasa” ini bukan sekadar bentuk solidaritas, tapi juga menjadi refleksi dan seruan moral atas kondisi demokrasi dan penegakan hukum di Indonesia.
Dalam pemberitahuan resmi yang diterima Radar Banten, massa aksi yang terdiri dari sekitar 30 mahasiswa ini menyampaikan sikap tegas atas dua hal: represifnya aparat keamanan dan kebijakan DPR yang dianggap menjauh dari kepentingan rakyat.
BEM Banten Bersatu Wilayah Cilegon menilai, tragedi yang terjadi dalam aksi demonstrasi di Jakarta bukan sekadar insiden lalu lintas, tapi simbol gagalnya kontrol terhadap aparat keamanan dalam menghadapi aksi sipil.
Aksi dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 hingga 18.00 WIB, dengan titik kumpul di Videotron Landmark. Massa akan membawa atribut aksi berupa lilin, bunga, spanduk, banner, dan toa, menandai aksi damai sekaligus simbolis.
Para mahasiswa menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar ikut-ikutan gelombang demonstrasi nasional, tetapi sebagai refleksi lokal atas krisis demokrasi nasional. Seruan mereka menyasar dua institusi penting negara: Polri dan DPR.
“Aksi ini digelar sebagai respons terhadap praktik represif aparat kepolisian dan kebijakan DPR yang dinilai jauh dari kepentingan rakyat,” tertulis dalam pernyataan resmi BEM.
Dengan meningkatnya intensitas demonstrasi mahasiswa di berbagai kota, aksi ini menandai bahwa Banten tak tinggal diam. Di tengah eskalasi nasional, mahasiswa Cilegon memilih turun ke jalan untuk menjaga nyala kritik tetap hidup.
Meski jumlah peserta tidak besar, namun substansi tuntutan dan simbolisme aksi menjadi sorotan utama. Mahasiswa berharap aksi bisa berlangsung tertib dan tetap dalam koridor konstitusional.
Editor : Merwanda











