SERANG – Kejaksaan Agung (Kejagung) RI membentuk tim khusus kerja sama luar negeri. Pembentukan tim khusus ini menuntut jaksa di daerah agar meningkatkan kapasitas dan wawasannya.
“Melalui FGD ini, seluruh satuan kerja Kejaksaan mulai dari Kejaksaan Tinggi, Kejaksaan Negeri, hingga Cabang Kejaksaan Negeri di seluruh Indonesia, diharapkan dapat memperkuat sinergi, meningkatkan kapasitas, dan memperluas wawasan dalam pengelolaan kerja sama lintas negara,” kata Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Banten Yuliana Sagala usai mengikuti Focus Group Discussion (FGD) pembentukan Tim Khusus Kerja Sama Luar Negeri oleh Kejagung RI. FGD secara daring ini diselenggarakan oleh Biro Umum pada Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung RI pada Selasa (21/10).
Yuliana menambahkan, guna mengoptimalkan pemulihan aset hasil tindak pidana yang berada di luar negeri, Kejagung RI memandang perlu membentuk tim khusus yang bisa bekerja maksimal untuk penindakan perkara.
“Nama tim khususnya itu JAGO (Justice Abroad Global Outreach-red). Tim JAGO ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan peningkatan kinerja kerja sama lintas negara agar lebih efisien dan efektif,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Biro Kepegawaian pada Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejagung RI Sri Kuncoro menyatakan, melalui sinergi dan pemberdayaan SDM yang terfokus, tim JAGO diyakini dapat menjadi terobosan strategis untuk mempercepat pemulihan aset negara dan meningkatkan kedaulatan hukum Indonesia di forum internasional.
“Diharapkan, rekomendasi yang dihasilkan dari diskusi ini dapat segera diimplementasikan untuk memberdayakan SDM kerja sama luar negeri yang profesional, adaptif, dan berwawasan global,” harapnya.
FGD ini menjadi platform penting untuk memperkuat pemahaman bersama tentang pelaksanaan asset tracing dan asset recovery hasil tindak pidana yang dilarikan ke luar negeri.
“Dengan payung hukum yang jelas, jaksa dapat menjalankan tugas secara lebih professional, khususnya dalam upaya pengembalian aset hasil tindak pidana korupsi yang dilarikan ke luar negeri. Upaya ini sejalan dengan visi pemerintahan Prabowo-Gibran yang fokus, antara lain, pada pemulihan aset hasil korupsi yang akan digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” jelasnya. (dre/don)
Reporter : Andre AP
Editor : Agus Priwandono











