SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Ratusan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tenaga pendidik dan kependidikan di Kabupaten Serang memadati alun-alun alun Kota Serang.
Kedatangan mereka ialah untuk mengawal pelaksanaan rapat penetapan insentif tenaga pendidik dan kependidikan yang dilaksanakan antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Serang dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemkab Serang.
Rapat yang dilaksanakan di ruang paripurna DPRD Kabupaten Serang tersebut berlangsung secara tertutup. Bahkan, perwakilan dari forum PPPK paruh waktu tenaga pendidik dan kependidikan juga tidak dilibatkan.
Pantauan di lokasi, terlihat ratusan tenaga pendidik dan kependidikan duduk lesehan di tengah alun-alun. Sekitar pukul 22.45 WIB, mereka kemudian berpindah menuju halaman pendopo Bupati Serang untuk menunggu hasil pembahasan. Terlihat pula, ada yang datang ke lokasi ditemani dengan anak mereka.
Ketua forum PPPK paruh waktu tenaga pendidik dan kependidikan Kabupaten Serang, Dicky Trdestiawan, mengatakan setidaknya ada sekitar 500 PPPK paruh waktu tenaga pendidik dan kependidikan yang datang ke Pendopo Bupati Serang untuk mengawal pelaksanaan rapat penetapan insentif.
“Rekan-rekan semua di sini ada kekhawatiran ketika nanti hasilnya tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan,” katanya, Jumat 27 Februari 2026.
Dicky mengaku merasa kecewa lantaran pada dua kali rapat penetapan insentif PPPK paruh Waktu pihaknya tidak dilibatkan.
“Semua kecewa. Jadi tidak ada perwakilan satu pun yang dilibatkan untuk mengikuti rapat tersebut. Padahal ini menyangkut nasib kami,” terangnya.
Dicky berharap agar hasil penetapan malam ini bisa sesuai dengan harapan PPPK paruh waktu yakni sebesar Rp2.130 ribu sesuai dengan Standar Satuan Harga (SSH).
“Walaupun memang tidak memungkinkan karena kondisi fiskal daerah yang kerang baik, harapan kami nilai yang ditetapkan besarannya tidak terlalu jauh dari SSH,” pungkasnya.
Editor: Abdul Rozak











