JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Semakin dekatnya rencana penghapusan tenaga honorer yang tercantum dalam PP Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), membuat Anggota DPR RI Fraksi Golkar Adde Rosi Khoerunnisa angka bicara.
Istri Wakil Gubernur Banten periode 2017-2022 Andika Hazrumy ini bakal memperjuangkan nasib para tenaga honorer atau non ASN yang selama ini sudah mengabdi untuk negara, termasuk di Banten.
Meskipun Adde Rosi duduk di Komisi III DPR RI, tapi ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Ketua Komisi II DPR RI. “Secara pribadi tentu saya sudah sampaikan aspirasi dari forum honorer Banten ke Ketua Komisi II,” ujar Adde Rosi, Jumat (17/2).
Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Banten I yakni Pandeglang-Lebak ini mengaku sangat berpihak kepada tenaga honorer. Untuk itu, pemerintah harus bijak terkait nasib para tenaga honorer yang sudah mengabdi kepada negara selama ini.
Kata dia, secara berjenjang, Pemprov Banten juga diharapkan mampu menyampaikan aspirasi para tenaga honorer dan memperjuangkan mereka agar ada solusi dari pemerintah. Apalagi selama ini tenaga honorer sudah sangat membantu para ASN dalam segala hal. Adde Rosi berharap ada solusi yang tidak merugikan siapapun.
Penolakan penghapusan tenaga honorer pun datang dari Anggota DPR RI dapil Banten II, Nur’aeni. Ia meminta pemerintah tegas terkait dengan nasib tenaga honorer, yang telah mengabdi untuk penyelenggaraan pemerintah pusat dan daerah.










