“Kalau menurut saya, sebetulnya pegawai honorer sudah mengabdi. Soal kemanusiaan pada mereka yang telah membantu penyelenggara pemerintah daerah,” ujarnya kepada
“Jangan sampai dihilangkan, mereka adalah aset, kemampuan mereka sangat dibutuhkan termasuk di Banten,” tambah Nura’eni.
Politikus Partai Demokrat itu, mengaku saat dari sisi jumlah ASN di daerah masih banyak kekurangan. Sehingga, dalam melaksanakan tugasnya, honorer kerap dieksploitasi.
“ASN di daerah kurang, yang banyak banyak dieksploitasi adalah honerer untuk penyelenggara pemerintah,” katanya.
Seharusnya, kata Nur’aeni, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Pemerintah Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) memberikan kesempatan bagi honorer terlebih dahulu untuk menjadi P3K.
“Mereka, seharusnya mempunyai kesempatan yang sama, usia yang sudah tua di atas 50 tahun, harapan besarnya diangkat jadi P3K dan ASN,” katanya.










