LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Badan Pusat Statisti (BPS) Provinsi Banten merilis angka inflasi di Kabupaten Lebak sebesar 4,14 persen.
Dengan angka tersebut Lebak menjadi daerah penyumbang terbesar angka inflasi di Provinsi Banten.
Untuk tahun 2024, tingkat inflasi di Banten merupakan gabungan tingkat inflasi di Kota Serang, Kota Tangerang, Kota Cilegon, Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.
Diketahui Inflasi di Banten pada Januari 2024 sebesar 2,59 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,60. Angka inflasi di Banten masih tinggi, dari anjuran angka nasional yang seharusnya 2,57 persen.
Menanggapi hal itu, Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawam membenarkan bahwa Lebak menjadi daerah penyumbang angka inflasi terbesar di Banten.
“Betul tahun 2024 year to year (tahun ke tahun-red) tinggi 4,14 persen. Walaupun data month to mont (bulan ke bulan-red) tahun 2023 deplasi 0,18 dan year to year (tahun ke tahun-red) tahun 2022 -2023 deflasi 0,18,” kata Iwan kepada RADARBANTEN.CO.ID, Rabu 28 Februari 2024.
Iwan mengakui hal tersebut menjadi tantangan tahun 2024. Pemkab Lebak akan melakukan berbagai langkah dalam mengatasinya.
“Langkah yang kami lakukan jangka pendek antara lain, pertama melaksanakan sembako murah sebelum bulan puasa, kedua menjaga harga komoditi yang naik sangat tinggi di pasar rakyat seperti cabai, bawang, beras yang sangat berpengaruh dalam kenaikan inflasi di Lebak,” ujar Iwan.
“Ketiga operasi pasar kenaikan harga cabai, beras dan bawang, keempat instruksi Kadis Pertanian dan Pangan untuk produksi cabai dan bawang, serta beras, dan kelima koordinasi dengan stakeholder terkait melakukan pengendalian inflasi,” tambah Iwan.
Reporter: Nurandi
Editor: Aas Arbi











