SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kampung Seni Yudha Asri di Desa Mander, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, menggelar kegiatan ruwatan bumi untuk mengungkapkan rasa syukur mereka atas hasil bumi yang mereka dapatkan.
Kegiatan yang mengusung tema “Merawat Jagat, Digdaya Seni, dan Budaya” tersebut dilaksanakan selama tujuh hari tujuh malam dengan menampilkan kesenian-kesenian tradisional.
Kegiatan ngaruat bumi sendiri dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Nanang Supriyatna. Kegiatan secara simbolis dibuka dengan pemukulan beduk.
Kepala Desa Mander, Edo Saepudin mengatakan, pelaksanaan kegiatan ngaruat bumi sebagai bentuk rasa syukur masyarakat Desa Mander atas hasil bumi yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka.
“Tujuannya ini untuk menunjukan rasa syukur kita kepada allah atas rezeki yang telah diberikan pada kita melalui hasil bumi, baik tanaman padi atau pohon-pohon lainnya. Yang inti kegiatannya itu kegiatan ritual yang dilaksanakan di hari terakhir, jadi doa-doa ya, ada ritual dan persembahan,” katanya, Senin, 24 Juni 2024.
Menurutnya, kegiatan ngaruat bumi sendiri telah dilaksanakan sejak tahu 70an silam dan dilakukan oleh kurang lebih tiga generasi. Semula kegiatan tersebut dilaksanakan di masing-masing kampung ataupun di masing-masing RT saja.
“Sebelumnya kan dulu di masing-masing wilayah saja di masing-masing RT, tapi kemudian yang ada potensi wisatanya coba kita dongkrak, dan sentralisasi, sehingga ditetapkan menjadi kampung seni Yudha Asri,” tegasnya.
Ia pun mengaku sangat bersyukur karena berkat pelestarian kesenian di kampung Yudha Asri, Desa Mander bisa menjadi desa wisata dan dapat menggelar kegiatan ngaruwat bumi setiap tahun.
Namun demikian, pihaknya berharap agar pemeirntah Kabupaten Serang dapat memberikan support penuh terhadap kegiatan-kegiatan pelestarian kesenian di Desa Mander.
“Harapan kami masyarakat Desa Mander, kampung seni Yudha asri ini ditetapkan jadi agenda tahunan oleh Pemkab serang, itu harapan kami. Tanpa ada campur tangan pemerintah, kami seperti ini saja tidak ada perkembangan,” pungkasnya.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Serang Nanang Supriyatna menilai, pelaksanaan kegiatan ngaruat bumi selain untuk pelestarian kebudayaan lokal, kegiatan tersebut juga tentunya dapat meningkatkan kunjungan wisata ke kampung tersebut.
“Ini untuk peningkatan pariwisata di Kabupaten Serang. Kita ini punya potensi alam punya, gunung, pantai, sungai kita punya. Beberapa kecamatan seperti Anyer, Cinangka dan Padarincang,” katanya.
Pihaknya mengaku, akan selalu memberikan support untuk kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat apalagi kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian kesenian tradisional Kabupaten Serang.
“Bupati sangat mensuport baik dari APBD maupun dari CSR beberapa perusahaan. Kita harus bantu untuk mengembangkan. Tanpa bantuan kita kan akselerasinya akan berkurang, tapi ketika dibantu oleh kita, infrastrukturnya di benahi, dirawat dijaga dan dikembangkan,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta kepada wilayah-wilayah lain agar mau mengembangkan potensi-potensi yang ada di di daerahnya sehingga nantinya dapat mendongkrak perekonomian masyarakat.
“Jadi untuk daerah lain, mari kita kembangkan potensi yang kita punya. Semua potensi yang dimiliki itu bisa dikembangkan dan di jual asal ada inovasi. Misalnya Kampung Yudha ada budayanya, lalu ada potensi pertanian. Bisa saja dikolaborasikan,” pungkasnya. (*)
Editor: Agus Priwandono











