SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang segera melakukan penataan terhadap kawasan kumuh di dua Kecamatan, yakni Kecamatan Baros dan Kecamatan Cinangka.
Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Serang menggelar rapat koordinasi dengan OPD terkait untuk membahas penataan kawasan kumuh. Rapat Koordinasi dipimpin langsung Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas.
Najib Hamas mengatakan, ada 600 hektare kawasan kumuh yang ada di Kabupaten Serang dan tersebar di beberapa kecamatan. “Tahap pertama adalah akan kita bereskan secara bertahap sesuai dengan alokasi yang sudah didata,” katanya, Senin 30 Juni 2025.
Ia mengatakan, Pemkab Serang yang dikomandoi oleh DPRKP sengaja mengumpulkan OPD terkait dengan penanganan kawasan kumuh agar dapat melakukan penataan secara maksimal.
“Ini bukan hanya sekedar tugas pokok dari Dinas Perkim, tetapi perlu sinergi kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, BPBD, PU, Bapperida serta LH. Jadi di situ bicara kawasan kumuh ada fisiknya, ada kesehatannya, ada sanitasi, kemudian potensi kebakaran serta soal penanganan sampah,” ujarnya.
Nantinya agar kawasan kumuh dapat tertangani dengan baik, pihaknya berencana akan melakukan pemetaan wilayah serta menyiapkan skema penanganan agar bisa diselesaikan selama kurun waktu tertentu dengan mengacu pada kekuatan fiskal daerah. “Ini baru tahap awal, nanti dihitung berapa kebutuhan anggarannya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala DPRKP Kabupaten Serang Okeu Oktaviana mengatakan, di anggaran perubahan ada dua kecamatan yang akan ditangani DPRKP Kabupaten Serang, yakni di Kecamatan Baros dan Kecamatan Cinangka.
“Di tahun 2026 rencananya ada delapan lokasi yang akan dilakukan penanganan,” ujarnya.
Ia mengatakan, ada 7 aspek yang harus dibenahi agar suatu wilayah terlepas dari status kawasan kumuh. “Aspek pembangunan kemudian untuk jalan lingkungan ada drainase ada air bersih sanitasi kemudian proteksi kebakaran serta persampahan,” tegasnya.
Sementara itu, untuk menyelesaikan penataan seluruh kawasan kumuh, pihaknya akan menghitung berapa besaran kebutuhan anggarannya.
Editor: Mastur Huda











