SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Polisi telah mengantongi identitas terduga pelaku teror pembunuhan terhadap seorang ibu rumah tangga di Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang. Namun, hingga kini pelaku diketahui telah melarikan diri dari lingkungan tempat tinggalnya.
Kanit PPA Satreskrim Polres Serang, Ipda Henry Jayusman mengatakan, identitas terduga pelaku sudah berhasil diketahui penyidik. Meski demikian, keberadaan pelaku masih belum diketahui.
“Sudah (diketahui identitas terduga pelaku), cuma yang bersangkutan tidak ada di lingkungannya,” ujar Henry, Senin, 20 Juli 2026.
Henry menjelaskan, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk korban bernama Riska dan suaminya, Zaenal Muttaqin.
“Untuk saksi sudah beberapa yang kami mintai keterangan,” katanya.
Teror terhadap Riska terjadi sebanyak tiga kali. Peristiwa pertama berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026, ketika pelaku datang mengendarai sepeda motor ke rumah korban di Blok F Nomor 23 Perumahan BCP 2.
Saat itu, pelaku bertemu dengan Riska dan anaknya yang masih balita. Riska mengaku panik karena pria tersebut berusaha masuk ke dalam rumah. Beruntung, ia segera menutup pintu sehingga pelaku gagal masuk.
Keesokan harinya, Kamis, 25 Juni 2026, pelaku kembali mendatangi rumah korban dan mengetuk pintu ketika suasana sekitar sedang sepi. Menyadari kedatangan orang tersebut, Riska langsung berteriak meminta pertolongan sehingga pelaku melarikan diri.
Aksi teror kembali terjadi pada Senin, 29 Juni 2026. Kali ini pelaku tidak mengetuk pintu, melainkan melemparkan beberapa lembar kertas dan pakaian dalam perempuan ke halaman rumah korban.
Dalam surat tersebut, pelaku menuliskan ancaman pembunuhan terhadap Riska dan anaknya. Tak hanya itu, pelaku juga menuliskan ajakan agar korban mau berhubungan badan dengannya.
“Korban mendapat ancaman beberapa kali,” kata Kasatreskrim Polres Serang, AKP Andi Kurniady.
Usai menerima ancaman tersebut, Zaenal melaporkan kejadian itu kepada Ketua RT setempat. Isi surat teror kemudian tersebar di media sosial hingga menjadi viral.
Kapolsek Ciruas, Kompol Salahuddin mengatakan, aksi teror itu selalu terjadi saat korban dan anaknya berada di rumah, sementara sang suami sedang bekerja sebagai kurir.
“Suaminya kurir,” ujarnya.
Salahuddin menduga pelaku merupakan orang yang mengenal korban. Saat ini Polres Serang bersama Polsek Ciruas masih melakukan penyelidikan untuk menangkap pelaku.
“Laporannya di Polres, tapi kita gabungan melakukan penyelidikan,” katanya.
Akibat rentetan teror tersebut, Riska mengalami trauma dan ketakutan jika harus berada sendirian di rumah.
“Istri saya ketakutan,” ujar Zaenal.
Zaenal berharap kepolisian segera menangkap pelaku agar keluarganya dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan tenang.
“Harapannya kepada pihak kepolisian agar segera menindaklanjuti terkait adanya teror ini, supaya saya dan keluarga kembali aman,” tuturnya.
Editor: Mastur Huda











