SERANG – Teka-teki pendamping bakal calon walikota Serang periode 2018-2023 Vera Nurlaela Jaman mulai ada titik terang. Ada tujuh nama yang serius digodok oleh partai koalisi untuk mendampingi Vera.
Berdasarkan informasi yang diterima Radar Banten, partai pengusung Vera melaksanakan rapat dengan seluruh partai koalisi di salah satu rumah makan di Kota Serang untuk membahas calon pendamping istri Walikota Serang Tb Haerul Jaman itu. Muncul tujuh nama yang digadang-gadang paling pas mendampingi Vera, yang terdiri atas birokrat, politikus, dan tokoh masyarakat.
Ketujuh nama itu ialah Wakil Walikota Serang Sulhi, Sekda Banten Ranta Soeharta, Inspektur Kota Serang Kosasih, Asda I Pemkot Serang Nanang Saefudin, dan mantan Sekda Kabupaten Serang Lalu Atharussalam. Selain itu, ada juga politikus Gerindra Nurhasan dan tokoh masyarakat Ma’mun Syahroni. Ma’mun adalah mantan dandim Serang dan mantan anggota DPRD Kabupaten Serang.
Rapat yang diikuti petinggi Partai Golkar, Demokrat, PKB, NasDem, PBB, dan PKPI itu belum menyetujui satu nama. Mereka masih akan menggodok nama-nama yang sudah muncul itu untuk terus dimatangkan kembali dalam rapat berikutnya.
Meski demikian, informasi yang diterima Radar Banten tampaknya nama Sulhi merupakan calon terkuat yang akan mendampingi Vera pada Pilkada Kota Serang nanti. Sulhi dinilai sebagai birokrat yang berpengalaman dan komunikatif. Bahkan, mantan sekda Kota Serang ini dikabarkan sudah dipanggil Partai Golkar terkait kesiapan pencalonannya itu.
Melihat dari pengalaman-pengalaman pilkada yang memajukan politikus Golkar, kader partai berlambang pohon beringin ini selalu berpasangan dengan birokrat atau mantan birokrat. Saat dikonfirmasi via WhatsApp, Vera hanya menjawab dengan ikon tersenyum. “Dapat informasi dari mana?” ujar Vera, Selasa (2/1).
Senada dengan Vera, Sulhi juga hanya tertawa saat dimintai konfirmasinya. Ia mengaku belum diajak bicara dengan Vera atau pun timnya. Meski begitu, tak sedikit partai politik bahkan pasangan calon independen yang mendorongnya untuk mencalonkan diri. “Tapi kan walaupun mendorong, mekanisme partai tetap harus ditempuh,” ujarnya.
Sulhi mengaku siap untuk maju pada pilkada nanti sepanjang tujuannya untuk mengabdi pada negara dan masyarakat. Apalagi, hal itu memang dikehendaki masyarakat dan partai.
Ia mengatakan, selama kepemimpinan Walikota Serang Tb Haerul Jaman dan dirinya sejak 2013, Pemkot Serang sudah meletakkan landasan pembangunan yang kuat. “Target RPJMD juga sudah semuanya,” terang Sulhi.
Kata dia, masih banyak yang harus dilakukan Pemkot untuk percepatan pembangunan. Namun, ia berharap percepatan itu dilakukan bersama Pemprov Banten sehingga pembangunan yang dilaksanakan berlangsung secara sinergis. “Saya masih penasaran dengan pembangunan ke depan. Saya masih ingin membangun,” tuturnya.
Meskipun hanya menempati posisi orang nomor dua, wakil walikota dapat memberikan masukan dan diberikan kewenangan koordinasi. Selain itu, posisi wakil walikota juga mengantarkan para pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melaksanakan tugas.
Meski banyak yang mendorongnya maju, Sulhi mengatakan, saat ini dirinya masih menjabat dan harus fokus pada pekerjaan sebagai wakil walikota. “Ya, kita lihat saja nanti,” tuturnya.
Selain Vera, pasangan lain yang siap bersaing adalah Syafrudin-Subadri Usuludin yang diusung PAN, Hanura, dan PPP, dan Saymsul-Rohman dari jalur perseorangan.
Dihubungi terpisah, Nurhasan mengaku siap dipasangkan baik sebagai A-1 (calon walikota) atau A-2 (calon wakil walikota). Niatnya maju untuk memajukan Kota Serang. “Kalau saya secara pribadi fine-fine (baik-baik) saja, tapi karena kami petugas partai, jadi itu yang menentukan partai,” katanya.
Bendahara DPD Partai Gerindra Banten ini mengaku, komunikasi yang dilakukan dengan Vera atau calon lain cukup baik. “Kalau komunikasi lancar-lancar dan normal-normal saja,” katanya.
Menurutnya, politik di Kota Serang cukup dinamis sehingga keputusan yang dilakukan Gerindra berdasarkan survei dan situasi di lapangan. Kata dia, sembari menunggu keputusan dari pusat, pihaknya terus membangun jaringan di akar rumput. “Prinsipnya dari pusat dan biasanya berdasarkan survei dan situasi politik di Kota Serang. Mungkin itu dilihat dari pergerakan dan tim Gerindra yang masif atau dari saya sendiri, kan saya tidak tahu juga,” ujarnya. (Rostinah-Supriyono/RBG)









