Informasi yang dihimpun Radar Banten, pada Rabu pagi RG masih masuk sekolah. Sore hari, dia dan dua rekannya menuju Curug Munding (air terjun), Kecamatan Gunungkencana. Di sana, dia hanya foto-foto bersama rekan-rekannya. Ketika pulang dari Curug Munding, motor yang ditumpangi RG dibuntuti tiga orang pelaku.
Di perjalanan menuju Gunungkencana, tiga orang mendekati motor yang ditumpangi RG. Dia kemudian menggertak RG dan kedua rekannya. Setelah itu, para pelaku yang membawa celurit bertanya kepada korban. Mereka menanyakan asal sekolah RG dan rekan-rekannya. RG kemudian menjawab, bahwa dia sekolah di SMK Setia Budhi Rangkasbitung.
Tanpa basa-basi, pelaku langsung melayangkan celurit yang dibawanya ke bagian perut korban dan tubuh yang lain. Korban kemudian terjatuh dari motor dan para pelaku kabur ke arah Gunungkencana. Warga yang melihat kejadian itu langsung melaporkan kasus penganiayaan dan pengeroyokan itu ke Mapolsek Gunungkencana.
Polisi yang datang ke lokasi kejadian langsung mengevakuasi korban dan membawanya ke Puskesmas Gunungkencana. Setelah dilakukan pertolongan pertama dan dianalisa kondisi luka korban, tim medis puskesmas merujuk RG ke RSUD Adjidarmo Rangkasbitung.
Kapolsek Gunungkencana Inspektur Polisi Satu (IPTU) Budiono membenarkan, telah terjadi tindakan penganiayaan atau pengeroyokan terhadap seorang pelajar di ruas Jalan Sukanegara, Kecamatan Gunungkencana. Korban merupakan warga Tambakbaya, Kecamatan Cibadak. Dia dan dua rekannya main ke Curug Munding pada Rabu sore dan pulang dari tempat wisata tersebut dibuntuti tiga orang yang menumpangi motor Yamaha NMax.











