SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemkot Serang tidak setuju rencana penghapusan tenaga honorer oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) di tahun 2023. Soalnya, Pemkot Serang masih kekurangan aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).
Kemarin siang, ratusan tenaga honorer yang tergabung dalam Forum Tenaga Non ASN Pemkot Serang mendatangi Puspemkot Serang. Kedatangan para tenaga honorer tersebut menuntut Pemkot Serang untuk menolak penghapusan tenaga honorer.
Sebanyak 30 orang perwakilan honorer diterima Walikota Serang Syafrudin, Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) M Ridwan.
Walikota Serang Syafrudin mengaku pihaknya tidak setuju ada pemberhentian bagi pegawai non ASN di tahun 2023. Sebab, Pemkot Serang masih membutuhkan tenaga honorer. “Kebutuhan ASN kita sekitar 6 sampai 7 ribuan. Tapi, sekarang yang ada hanya 4 ribuan,” ujarnya.
“Kalau ada honorer seribu itu masih kurang, makanya kami tidak setuju dengan edaran Menpan RB,” tambah Syafrudin.
Kata dia, kalau Kemenpan RB tetap menghapus, maka harus ada status lain sebagai jalan keluar. Karena, tenaga honorer ada yang telah mengabdi sampai 10 tahun. “Kami akan menghargai tenaga mereka, enggak tahu kalau aturan pusat,” katanya.
Secara pribadi, kata Syafrudin, dia masih menghargai honorer. Untuk itu, sebelum waktu penetapan keputusan pemerintah pihaknya akan melayangkan keberatan. “Sebelum diundangkan kita akan menyusul surat berkeberatan, dan permohonan lain sesuai apa yang disampaikan honorer,” terangnya.











