Selain itu, menurut Andi, meningkatkan dan mengembangkan program perpustakaan desa bukanlah hal mudah lantaran jika terjadi pergantian kepala desa, maka bisa memengaruhi keberlangsungan perpusdes di desa tersebut.
“Karena beda kepemimpinan kan beda juga kebijakannya. Desa yang sebelumnya punya perpusdes yang bagus, bisa menurun saat kadesnya ganti,” ungkapnya.
Ada kendala seperti itu, Andi akan terus mengajak para kades untuk membangun perpustakaan desa. Ia pun akan intens membina dan mendampingi hingga target peningkatan jumlah perpustakaan desa tercapai.
Secara terpisah, Kepala Desa Majasari, Kecamatan Jawilan Suherman mengakui program perpustakaan desa bagus dan berdampak positif bagi masyarakat.
“Di desa kami sudah menganggarkan untuk program perpustakaan desa. Alhamdulillah masyarakat, terutama anak-anak sangat antusias. Desa kami juga sudah mendapatkan penghargaan, baik dari Pemkab Serang maupun bantuan dari Perpustakaan Nasional,” pungkasnya. (drp/bie)











