“Terminal itu merupakan satu simpul yang menjadi tempat turun naik warga, yang menggunakan angkutan pedesaan, mungkin nanti mah bisa ramai,” katanya.
Benny mengatakan, dari empat terminal yang dimiliki Kabupaten Serang, hanya dua Terminal yakni Terminal Cikande dan Anyer yang sampai sekarang relatif mendekati normal atau masih ada peminatnya. Karena, selain angkot yang masuk ada juga angkutan lainnya yang ikut masuk juga.
“Sehingga, di dua terminal itu masih terlihat aktivitas warga turun naik di dua terminal tersebut,” ujarnya.
Sedangkan untuk di Tanara dan Tunjungteja, kata Benny, kondisinya masih sepi karena jumlah kendaraan yang melintasi dua wilayah itu untuk mengangkut penumpang sedikit sehingga yang masuk ke terminal juga ikut sedikit.
Namun, pihaknya akan berupaya untuk berkoordinasi dengan Pemprov Banten, Pemkab Tangerang dan Pemkab Rangkasbitung, agar dapat mengeluarkan izin trayek. Supaya, dapat dicantumkan agar kendaraan umum bisa melintasi kedua terminal tersebut.
“Di terminal Tunjungyeja, kendaraan Damri sudah mulai masuk, mudah-mudahan nanti kedepannya kita coba cari-cari lagi trobosan baru. Sehingga, nanti angkot bisa melewati ruas jalan itu dan bisa masuk ke terminal,” pungkasnya.
Reporter: Haidaroh
Editor: Abdul Rozak











