“Kita sudah sepakat dengan Gubernur, Jakarta bisa pasok lebih banyak beras masuk sehingga stabilisasi harga beras bisa kita capai,” tuturnya.
PUPUK SUBSIDI
Terkait keluhan petani soal pengurangan pupuk subsidi, Syahrul mengklaim jika tidak ada pengurangan pupuk subsidi.
“Jumlahnya tidak dikurangi, malah ditambah, dari delapan juta jadi sembilan juta, jenisnya saja yang dikurangi, masuk kepada yang sangat strategis, dulu ada 67 jenis, sekarang jadi sembilan jenis,” tukasnya.
Hal itu, kata Syahrul, untuk menjaga jumlah pupuk tetap tersedia. Karena kemampuan keuangan negara hanya bisa menyediakan dari delapan juta menjadi sembilan juta.
“Sementara total kebutuhan pupuk kita seluruhnya sampai 28 juta ton, di dunia pupuk naiknya tiga kali lipat, tetapi sesuai arahan Presiden, kita komitmen tidak boleh ada penurunan, tetapi tentu pembatasan terjadi. Sedangkan subsidi pupuk sama dengan tahun lalu, Rp25 triliun,” pungkasnya. (suf-drp/air)











