“Kesiapan kita cukup untuk stok di bulan Maret, apalagi Maret dan April itu puncak panen,” katanya.
“Tentu saja saat Ramadan, kita bisa persiapkan lebih maksimal ketersediaan kebutuhan pangan masyarakat termasuk menjaga inflasi agar bisa kita kendalikan lebih baik,” lanjutnya.
Kendati demikian, Syahrul mengaku, dalam dunia pertanian memiliki waktu tanam pada Desember dan Januari, tetapi awal Februari, karena ketersediaan air banyak, petani mulai berkejaran dengan panen di Februari.
Syahrul mengaku, Pj Gubernur Banten Al Muktabar juga meminta kepadanya untuk tidak hanya memperhatikan budidaya padi dan petani saja, tetapi juga memperbaiki air embung dan penggilingan padi agar terus ditingkatkan kualitas sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
“Salah satu hal yang juga harus menjadi perhatian ialah, irigasi yang sudah mengalami pendangkalan harus kita benahi dari hulu ke hilir,” tuturnya.
Bagi Provinsi Banten, kata Syahrul, selain untuk konsumsi sendiri, over stok hasil panen dipastikan bakal dipasarkan ke Jakarta.











