LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Puluhan warga Desa Mekarjaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, melakukan aksi di depan Kantor Desa Mekarjaya, Senin, 28 Agustus 2023.
Warga menagih janji Kepala Desa Mekarjaya untuk menutup aktivitas tambang pasir yang dituding merusak ratusan hektare lahan sawah milik warga.
Kordinator Aksi Masyarakat Desa Mekarjaya, Asep Darajat mengatakan, aksi tersebut terjadi karena warga ingin menagih janji politik Kepala Desa Mekarjaya yang akan menutup tambang pasir dan mengganti sawah milik warga yang terdampak limbah pasir.
“Yang mendasari aksi tersebut adalah masyarakat ingin menagih janji politik Kepala Desa terkait penyelesaian limbah pasir yang saat beliau mencalonkan itu menjadi janjinya,” ujarnya.
Diungkapkan Asep, Camat Cimarga dan Kepala Desa Mekarjaya merespons baik aksi tersebut dan siap bertanggung jawab dan membantu warga.
“Kepala Desa merespons dengan baik dan siap bersama-sama berjuang dengan masyarakat,” ujarnya.
Pengurus Pusat Ikatan Mahasiswa Lebak (PP Imala), Muntadir menjelaskan, dari data hasil peninjauan di lapangan, kerusakan sawah tersebut terjadi sejak 2014 secara berangsur-angsur dan puncaknya pada tahun 2017 hingga sampai detik ini belum ada penyelesaian.
“Lahan sawah milik warga hancur dan tidak bisa digunakan lagi untuk menanam padi, karena sawahnya ditutupi limbah tambang sedalam 2,5 meter,” jelasnya.
Muntadir mengungkapkan, dari data sementara hasil peninjauan di lapangan, ada 100 hektare sawah yang hancur dari 367 Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) yang dimiliki oleh 193 pemilik sawah.
“Tidak hanya itu, hasil kajian kami bersama masyarakat menemukan banyak sekali kerugian yang ditinggalkan begitu saja, akibat dari lemahnya pengawasan dinas terkait dan penegak hukum, sehingga banyak pengusaha tambang yang menjalankan usahanya secara ugal-ugalan,” ucapnya.
Ditambahkan Muntadir, setelah aksi warga, Kepala Desa Mekarjaya dan Camat Cimarga siap bersama-sama untuk membantu warga yang sawahnya terdampak tambang pasir.
“Kepala Desa dan Camat siap bersama masyarakat untuk ikut menyuarakan limbah pasir dan membantu masyarakat,” ujarnya. (*)
Reporter : Nurandi
Editor: Agus Priwandono











