PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Tim Inafis Polres Pandeglang telah selesai melakukan proses identifikasi terhadap sesosok mayat lelakin tanpa identitas (Mr X) yang ditemukan pemancing di Muara PLTU Banten 2 Labuan, Desa Margasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang.
Mayat laki-laki itu ditemukan oleh pemancing bernama Feri (50), warga Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, dan Husen (33), warga Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, pada Minggu, 17 Maret 2024, pukul 13.30 WIB.
Ps Kaur Indentifikasi Satreskrim Polres Pandeglang, Bripka Bayu Kurniawan, mengatakan bahwa proses identifikasi sudah selesai dilaksanakan.
“Untuk identitasnya sudah ketemu. Korban diketahui bernama Ays Masanadi Rajabi,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 18 Maret 2024.
Korban merupakan warga Desa Teluklada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang.
Korban masih tercatat sebagai siswa Kelas XII G SMA Negeri 9 Pandeglang.
“Identitasnya diketahui dari properti yang dipakai korban. Untuk penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan,” katanya.
Bayu mengatakan, kemarin itu setelah dilakukan proses identifikasi, jenazah dibawa ke Rumah Sakit.
“Untuk dilakukan autopsi sesuai permintaan keluarga,” katanya.
Kapolsek Pagelaran, Iptu Dasep Dudi Rahmat, mengungkapkan bahwa penemuan mayat itu diketahui pihaknya setelah menerima informasi dari sekuriti PLTU Banten 2 Labuan.
“Ada masyarakat sedang mancing menemukan sesosok mayat laki-laki di belakang PLTU Banten 2 Labuan tepatnya di Kampung Laban, Desa Margasana, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang,” katanya.
“Dari hasil identifikasi Tim Inafis dari Satreskrim Polres Pandeglang, jenazah ini sudah meninggal kurang lebih 2×24 jam,” katanya.
Pada saat ditemukan, identitas mayat tersebut belum diketahui.
“Tapi ada saudaranya menyatakan bahwa itu mayat adalah warga Kampung Tiga, Desa Teluklada, Kecamatan Sobang. Tapi untuk lebih jelas terkait penyebab kematian korban akan dilakukan penyelidikan oleh Satreskrim Polres Pandeglang,” katanya.
Salah satu teman korban, Ridwan, mengaku bertemu terakhir dengan korban pada Jumat malam.
“Pokoknya setelah berangkat sama temennya sudah enggak ada kabar dari situ,” katanya.
Korban terakhir terlihat pada pukul 08.30 WIB. Setelah shalat tarawih.
“Waktu malam itu, temannya dengan korban sempat chatingan. Korban mengaku ke temennya lagi betus ban,” katanya.
Pada Jumat, 15 Maret 2024, sekira pukul 23.00 WIB, korban membalas chattingan dan mengatakan berada di Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran.
“Setelah itu tidak ada komunikasi lagi. Dan kaget setelah mendapat kabar sudah meninggal,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











