LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Kementerian Perhubungan melalui Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta akan kembali memulai proyek reaktivasi rel kereta api Rangkasbitung-Pandeglang-Labuan.
Sebelumnya, rencana tersebut santer di kabarkan akan dimulai pada tahun 2022, namun karena ada pandemi Covid-19 rencana proyek strategis nasional tersebut ditunda. Akhirnya setelah tertunda beberapa kali, Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta memastikan reaktivasi dimulai awal tahun 2025.
Jalur kereta Rangkasbitung-Labuan ditutup pada tahun 1984, tentunya reaktivasi rel ini, akan mengaktifkan kembali Stasiun Warunggunung dan Cibuah yang berada di Kecamatan Warunggunung.
Kepala Bapelitbangda Lebak Yosep M. Holis mengatakan, kedua stasiun tersebut direncanakan bakal dioperasikan kembali pada tahun 2028.
“Iya betul Balai Teknik Perkeretaapian Kelas 1 Jakarta-Banten sudah melakukan kajian serta sosialiasi kepada warga, awalnya mau tahun 2024. Tapi karena terkendala anggaran pembangunan ditunda tahun 2025, kalau tahun 2025 mulai dibangun berarti tahun 2028 baru rampung, dan bisa beroperasi,” kata Yosep kepada wartawan, Jumat 21 Juni 2024.
Disebutkannya, rute stasiun masih sama dengan awal yakni di Rangkasbitung, Warunggung dan Cibuah hingga sampai daerah Pandeglang- Labuan dengan panjang 56 kilometer.

“Nanti di stasiun awal Rangkasbitung, kan kalau stasiun Rangkas sudah aktif ya, nah nanti yang dioperasikan di Desa Cibuah, dan Desa Salaraja, Kecamatan Warunggunung pemberhentian akhir di stasiun Labuan. Untuk anggaran reaktivasi saya kurang tahu, itu kewenangan dari Balai,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Infrastruktur Wilayah (Insfraswil) Bapelitbangda Lebak Teguh menuturkan, dalam mengaktivasi stasiun peninggalan Belanda dibutuhkan anggaran yang besar. Sebab, jalur rel bekas stasiun tersebut banyak yang alih fungsi menjadi permukiman warga.
“Kami sudah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar, bahkan pihak Balai juga sudah turun langsung untuk mengukur lahan dan memberikan sosialisasi kepada warga yang terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, tentunya reaktivasi tersebut akan menghidupkan kembali jalur kereta di Kabupaten Lebak dan Pandeglang.
“Jalur kereta api Labuan-Rangkasbitung adalah jalur kereta api yang menghubungkan stasiun Labuan dengan Stasiun Rangkasbitung, termasuk dalam wilayah Aset I Jakarta,” ucapnya.
Ia menambahkan, untuk kepastian mulai diaktivasi dirinya belum bisa memastikan lantaran pihak perkeretaapian sedang fokus membangun stasiun Ultimate Rangkasbitung.
“2025 juga belum pasti ya, soalnya sekarang masih dibahas dalam kajian. Pokoknya, nanti bisa beroperasi lagi,” tutupnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aas Arbi











