PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang menargetkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pilkada Pandeglang 2024 sebesar 75 persen.
Target partisipasi pemilih di Pilkada Pandeglang itu sama dengan targetkan di Pilkada Pandeglang 2020.
Saat Pilkada Pandeglang 2020 digelar, KPU menargetkan tingkat partisipasi pemilih sebesar 75 persen. Namun, hasilnya hanya mencapai 69 persen.
Ketua Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih dan SDM pada KPU Kabupaten Pandeglang, Falahudin, mengatakan, saat ini ia gencar melakukan sosialisasi terkait dengan Pilkada.
“Karena KPU menargetkan angka partisipasi pemilih dalam Pilkada 2024 sebesar 75 persen,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID di kantor KPU Kabupaten Pandeglang, Jumat, 9 Agustus 2024.
Target partisipasi pemilih ini melihat hasil Pilkada Pandeglang 2020.
“Lebih tepatnya di angka 69 persen,” katanya.
Falahudin mengatakan, dalam rangka mencapai target, KPU Kabupaten Pandeglang gencar menyosialisaikan terkait Pilkada.
“KPU Kabupaten Pandeglang melaksanakan sosialisasi sesuai Keputusan KPU RI nomor 620, kaitan dengan sosialisasi dan pendidikan pemilih,” katanya.
Sosialisasi sudah berjalan di tujuh titik lokasi di tujuh kecamatan, di antaranya, Cipeucang, Mekarjaya, Cimanggu.
“Tujuh kecamatan itu kami pilih karena untuk meningkatkan partisipasi pemilih dan mencegah pelanggaran Pemilu,” katanya.
Misalnya saja di Kecamatan Pandeglang, termasuk salah satu wilayah tiga T. Tiga T itu artinya tingkat partisipasi rendah, tinggkat kerawanan bencana dan tingkat pelanggaran.
“Kecamatan Pandeglang misalnya, kami melaksanakan sosialisasi di sana karena memang terjadi pelanggaran masuk IKP (Indeks Kerawanan Pemilu),” katanya.
Selain di Kecamatan Pandeglang, sosialisasi dilaksanakan di Kecamatan Patia dan Kecamatan Sukaresmi.
“Kami masuk di sana karena memang masuk zona rawan banjir. Lalu kemudian di Kecamatan Cimanggu, tingkat partisipasi rendah,” katanya.
Selanjutnya, di Kecamatan Cipeucang rawan terjadi pelanggaran Pemilu.
“Mudah-mudahan apa yang kami laksanakan itu bisa merubah mindset dan tingkat partisipasi masyarakat dalam Pilkada di Pandeglang,” katanya.
Falahudiin menerangkan, kegiatan sosialisasi dilaksanakan bersama stake holder setempat. Dengan materi disampaikan yang pertama tentang pemahaman demokrasi.
“Kemudian tugas dan fungsi penyelenggara Pilkada, tahapan dan program tentang Pilakada. Tentunya itu materi-materi penting yang kami sampaikan kepada masyarakat,” katanya.
Selain itu, KPU juga mengajak kepada masyarakat agar ikut berpartisipasi menyukseskan Pilkada. Serta turut serta meningkatkan angka partisipasi pemilih dalam Pilkada.
“Kami juga tengah menyiapkan tahapan sosialisasi ke depan. Di bulan Agustus ini, rencananya kami akan melaksanakan sosialisasi Go to Kampus dan GP to School,” katanya. (*)
Editor: Agus Priwandono











