PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang menggelar acara Coffee Night ala Indonesia Lawyers Club (ILC) bersama insan pers di Kopi Bakar Bapak Endut, Pandeglang, Rabu malam, 9 Oktober 2024. Tema diskusi yang diusung adalah “Cacahan Media Pengawasan Pemilihan Serentak 2024.”
Acara ini tak hanya menjadi ajang silaturahmi, namun juga diskusi terkait tahapan Pilkada yang sedang berjalan. Bawaslu Pandeglang ingin memberikan pemahaman lebih tentang pentingnya pengawasan pada setiap tahapan Pilkada 2024.
Ketua Bawaslu Pandeglang, Febri Setiadi, menegaskan pentingnya peran media dalam Pilkada Serentak 2024 yang akan berlangsung pada 24 November. “Kami sangat memahami peran media sebagai pilar keempat demokrasi di Indonesia, khususnya di Pandeglang. Media punya peran krusial dalam mengawasi proses Pilkada,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dinamika politik di Pandeglang pada pemilu sebelumnya cukup mencolok. Berdasarkan pemetaan Indeks Kerawanan Pemilu, Pandeglang menempati peringkat ke-30 dari 84 kabupaten/kota di Indonesia dengan status rawan tinggi.
“Pandeglang masuk peringkat 30 besar dalam kerawanan di setiap tahapan Pilkada, mulai pencalonan, kampanye, hingga penghitungan suara. Bahkan, untuk tahapan pencalonan, Pandeglang menempati peringkat kedua dalam kategori daerah rawan tinggi,” jelas Febri.
Penyusunan Indeks Kerawanan Pemilu, menurut Febri, adalah langkah penting untuk mitigasi dan deteksi dini dalam mencegah potensi pelanggaran. “Pemetaan ini sangat penting agar potensi pelanggaran bisa diantisipasi sejak dini,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar menjadi pemilih cerdas dan menolak praktik politik uang. “Penting bagi pemilih di Pandeglang untuk tidak terlibat dalam politik uang dan memilih secara bijak,” lanjut Febri.
Selain itu, Febri juga mengingatkan pasangan calon, tim kampanye, serta relawan agar mematuhi aturan yang berlaku. “Kami berharap semua pihak, baik pemilih maupun peserta Pilkada, dapat menjalankan proses ini dengan cerdas dan sesuai aturan yang ada,” tandasnya.
Editor: Merwanda











