SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pasca Tahun baru, harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di Kabupaten Serang masih tinggi. Salah satunya harga daging ayam yang mencapai Rp40 ribu per kilogram (Kg).
Kondisi tersebut terjadi di Pasar Cikande, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang dan dikeluhkan oleh pedagang karena membuat omzet merek turun hingga 50 persen.
Salah seorang pedagang Pasar Cikande Ningsih mengatakan, kenaikan harga daging ayam di Pasar Cikande telah terjadi sejak menjelang tahun baru 2025. Bahkan hingga pertengahan Januari, harga daging ayam masih bertahan di angka Rp40 ribu.
“Sekarang harga daging ayam bersih Rp40.000 per kg, harga ini telah bertahan sejak satu bulan 2025,” katanya, Selasa 14 Januari 2024.
Ia mengatakan, harga normal ayam potong negeri berada di kisaran Rp35 ribu per kilogramnya. Namun, sampai saat ini, harganya masih bertahan di angka Rp40 ribu per kilogram.
“Biasanya setelah tahun baru harganya kembali normal, namun sampai sekarang harganya masih bertahan,” ujarnya.
Ningsih mengaku, untuk ketersediaan daging ayam masih relatif aman. Hanya, terkendala dari segi harga jual yang masih tinggi.
Ia mengungkapkan, akibat harga daging ayam yang tinggi, omzet penjualannya turun hingga 50 persen.
“Kondisi sekarang rata-rata bisa menjual ayam potong 50 kilogram setiap harinya, jauh penurunan dari sebelumnya saat harganya masih Rp35 ribu per kilogram, karena kami bisa jual sampai 100 kilogram per hari,” jelasnya.
Salah seorang pembeli Isnawati mengatakan, kenaikan harga daging ayam menyulitkan perekonomian masyarakat ditengah tingginya kebutuhan masyarakat saat ini. Ia pun khawatir, jika harga daging ayam akan terus naik.
“Menyiasatinya biasa beli satu kilogram sekarang paling setengah kilogram saja untuk memenuhi kebutuhan,” ujarnya.
Ia pun berharap agar ada solusi terbaik dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, untuk melakukan stabilitas harga daging ayam apalagi nanti menjelang bulan ramadhan.
“Kami berharap bukan hanya daging ayam potong, tetapi semua kebutuhan pangan dapat di stabilkan harga agar tidak memberatkan warga,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











