SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kabupaten Serang menyebut masih ada sebanyak 7.579 Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) di Kabupaten Serang.
Jumlah tersebut berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan pada tahun 2023 melalui Satu Data Rutilahu oleh Pemkab Serang.
Diketahui, berdasarkan hasil pendataan yang dilakukan, ada sebanyak 8.196 Rutilahu. Di tahun 2024, ada sebanyak 617 rumah yang sudah ditangani, baik berasal dari APBD Kabupaten Serang, APBD Provinsi hingga oleh APBN.
Kepala Bidang Perumahan DPRKP Kabupaten Serang, Deni Hartono mengatakan, dalam upaya penanganan Rutilahu di Kabupaten Serang, pihaknya memprioritaskan terhadap rumah-rumah yang sudah terdata dalam Database Rutilahu.
Ia mengatakan, pada tahun ini akan membangun sebanyak 200 Rutilahu dengan menggunakan APBD Kabupaten Serang.
“Sudah masuk usulan dari Musrenbang dari lembaga sudah masuk. Kita masih ada beberapa yang verifikasi ulang. Karena setelah diverifikasi ternyata kan ada yang memang mungkin belum siap swadaya nya,” katanya, Senin 23 Juni 2025.
Ia mengatakan, selain ada masyarakat yang tidak siap untuk melakukan swadaya, ada juga calon penerima yang dinilai tidak sesuai karena belum masuk database.
“Belum masuk data dan biasanya rumahnya sih masih layak, seperti hanya dapurnya doang yang rusak. Makanya kita sedang verifikasi tinggal beberapa lagi lah yang belum selesai gitu verifikasi,” ujarnya.
Ia mengatakan, selain melalui APBD 2025, di tahun ini pihaknya juga mengupayakan agar pembangunan Rutilahu melalui anggaran APBD Provinsi maupun CSR berbasis data yang sudah ditentukan.
“Jadi dari koperasi BMI ada lalu juga ada juga dari Indah Kiat dan dari Hipwis. Nanti akhir tahun kita sampaikan datanya berapa yang ditangani,” ujarnya.
Sementara itu mengenai adanya laporan Rutilahu di Kecamatan Cikande, pihaknya mengaku harus mengecek terlebih dahulu apakan sudah masuk ke dalam database atau belum.
“Untuk yang tadi disebutkan kita cek dulu ya apa masuk di database kita atau belum. Karena untuk tahun ini kita prioritaskan dulu yang sudah masuk di database kita supaya progresnya terukur,” pungkasnya.
Reporter: Ahmad Rizal Ramdhani
Editor: Agung S Pambudi











