PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Cipta Karya DPUPR mulai memasang penyangga bronjong di SDN 3 Pandeglang. Langkah ini diambil setelah Tembok Penahan Tanah (TPT) di sekolah tersebut ambruk akibat longsor.
Kepala UPT Cipta Karya DPUPR Pandeglang, Dedi Irawan, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah memasuki tahap awal perbaikan berupa pemasangan bronjong di titik longsoran.
“Kami dari UPT Cipta Karya sedang menangani pemasangan bronjong di SDN 3 Pandeglang yang kemarin sempat terjadi longsor,” kata Dedi Irawan saat ditemui di lokasi, Sabtu 5 Juli 2025.
Ia menuturkan bahwa pemasangan bronjong ini dilakukan secara kolaboratif antara Pemkab Pandeglang dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Menurutnya, bantuan material berupa bronjong dikirim langsung dari Pemprov Banten untuk kebutuhan penanganan darurat.
“Kita berkolaborasi juga dengan Pemprov Banten. Ada bantuan kiriman bronjong, jadi kita laksanakan secepatnya,” terangnya.
Dedi menjelaskan, percepatan pengerjaan ini dilakukan mengingat dalam waktu dekat para siswa akan segera memulai tahun ajaran baru. Pihaknya khawatir apabila perbaikan tidak segera diselesaikan, dapat menimbulkan risiko keselamatan bagi para siswa.
“Ya sebentar lagi kan mulai masuk sekolah, jadi dikhawatirkan terjadi hal sesuatu karena ada anak sekolah yang baru,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk mendukung kelancaran pekerjaan di lapangan, jalur jalan yang berada di sekitar lokasi juga ditutup sementara. Penutupan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap gangguan maupun potensi kecelakaan selama proses pengerjaan berlangsung.
“Kami tutup sementara untuk menghindari gangguan terhadap pekerja dan memastikan keamanan sekitar,” ucapnya.
Dedi menyebutkan, pihaknya hanya menangani penanganan sementara yakni pemasangan bronjong. Setelah itu, perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) akan diambil alih oleh dinas terkait yakni Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Dindikpora) Pandeglang
“Untuk sementara kita pemasangan bronjong saja dulu, kalau TPT nanti dilanjutkan oleh dinas pendidikan. Kita hanya penanganan sementara saja,” tuturnya.
Terkait waktu pengerjaan, Dedi menargetkan pemasangan bronjong bisa rampung dalam waktu satu minggu.
“Insya Allah, kalau cuaca mendukung, paling cepat satu mingguan selesai, tapi tergantung kondisi dari cuaca,” imbuhnya.
Dedi juga berharap ke depan ada pengawasan lebih ketat terhadap struktur bangunan sekolah, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Harapan kami, pembangunan ke depan harus benar-benar diawasi dari segi struktur agar tidak terjadi ambruk lagi,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pandeglang mengakibatkan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berfungsi sebagai tembok pembatas Sekolah Dasar Negeri (SDN) 3 Pandeglang ambruk. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Fatoni No. 2, Kelurahan Pandeglang, Kecamatan Pandeglang
Pantauan Radarbanten.co.id di lokasi, material TPT itu roboh hingga nyaris menutupi badan jalan. Sejumlah gerobak pedagang dan sepeda motor yang terparkir di area sekolah itu turut tertimpa reruntuhan.
Editor: Abdul Rozak











