slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Sekam

Niat Besar yang Harus Dijaga

Mashudi by Mashudi
18-06-2026 07:26:56
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Sejak 8 Januari 2025 hingga 18 Juni 2026, program Makan Bergizi Gratis sudah berjalan 1 tahun 161 hari. Bukan waktu yang sebentar untuk membaca arah sebuah program. Apalagi program sebesar MBG. Program prioritas pemerintahan Presiden Pra­bowo-Gibran ini sejak awal memang mengundang per­hatian. Dipuji iya. Dikritik juga iya. Dibela iya. Dipersoalkan juga iya.

Saya termasuk orang yang setuju dengan MBG. Bah­kan sejak awal saya melihat program ini bukan prog­ram biasa. Ini bukan sekadar negara memberi makan anak sekolah. Bukan hanya soal nasi, lauk, sayur, buah, dan susu dalam satu kotak makan.

Baca Juga :

Hari Pertama yang Tidak Mudah

Mas Amin dan Rasa Kopi

Saya Kalah oleh Panitia

Ketika Kejatuhan Dirayakan

MBG jauh lebih besar dari itu. Kalau dikelola dengan baik, MBG menjadi mesin ekonomi dari bawah. Dapur-dapur SPPG menyerap tenaga kerja. Ibu-ibu ikut memasak. Anak-anak muda yang belum bekerja mendapat pekerjaan. Petani sayur punya pasar yang lebih pasti. Peternak ayam, telur, ikan, dan sapi ikut bergerak. Pedagang be­ras, bumbu, gas, kemasan, sampai jasa angkut ikut hidup.

Uang negara tidak hanya turun sebagai belanja. Uang itu berputar di kampung-kampung. Masuk ke pasar. Masuk ke warung. Masuk ke dapur warga. Masuk ke kantong pekerja harian. Di titik itulah MBG bisa menjadi program gizi sekaligus program ekonomi rakyat.

Karena itu, sayang sekali kalau prog­ram sebesar ini hanya dibaca dari jumlah porsi. Berapa juta kotak diba­gikan. Berapa dapur berdiri. Berapa sek­o­lah menerima. Angka-angka itu penting. Tetapi angka tidak boleh men­jadi satu-satunya ukuran. Sebab yang dimakan anak-anak bukan angka.

Di lapangan, masih banyak cerita yang membuat masyarakat bertanya. Makanan datang sudah dingin, bahkan dise­but tidak lagi layak santap. Lauknya terlalu sederhana. Ada anak yang tidak mau makan. Ada guru yang akhirnya mem­bujuk murid agar makanan tidak ter­buang. Ada orang tua yang bertanya, apakah makanan seperti itu benar-benar cukup untuk memperbaiki gizi.

Pertanyaan seperti itu tidak perlu mem­buat siapa pun marah. Tidak perlu pula langsung dicap menghambat prog­ram. Dalam program publik, kritik adalah alarm. Kadang bunyinya me­mang tidak enak. Tetapi justru karena itulah ia berguna.

Yang dikritik bukan niat Presiden. Yang dipersoalkan bukan gagasan be­sarnya. Yang dikhawatirkan adalah tata kelolanya. Dari hulu sampai hilir.

Masalah bisa dimulai sejak bahan dibeli, sejak dapur dipilih, sejak menu di­susun, sejak makanan dikemas, bah­kan sejak perjalanan menuju seko­lah. Rantainya panjang. Kalau satu bagian longgar, akibatnya bisa sampai ke perut anak-anak.

MBG juga harus lebih jernih dalam mem­baca prioritas. Di pusat-pusat kota, banyak sekolah favorit menerima lebih dulu. Bahkan sebagian siswanya ber­asal dari keluarga yang secara eko­nomi cukup. Tentu mereka tetap anak bangsa. Tetapi di saat anggaran negara tidak ringan, rasa keadilan publik ikut bicara.

Di desa-desa, di pinggiran, di kam­pung-kampung, masih banyak anak yang lebih membutuhkan. Masih ba­nyak ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dari keluarga tidak mampu yang seharusnya berada di barisan paling depan. Bukan berarti di kota tidak ada yang miskin. Ada. Tetapi prioritas harus dibaca dengan mata yang lebih tajam.

Kalau yang mampu menerima lebih dulu, sementara yang paling mem­bu­tuh­kan menunggu belakangan, program baik bisa kehilangan rasa.

Di sinilah MBG harus dijaga bersama. Pemerintah tidak mungkin mengawasi se­muanya sendirian. BGN tidak mung­kin melihat semua dapur setiap hari. Laporan dari atas perlu dilengkapi suara dari bawah. Foto makanan yang tampak rapi perlu dibandingkan dengan cerita anak-anak yang memakannya.

Guru yang setiap hari melihat anak-anak makan harus didengar. Orang tua yang tahu kebiasaan anaknya juga perlu diberi saluran. Puskesmas dan ahli gizi jangan hanya hadir di doku­men. Media dan warga pun tidak perlu buru-buru dicurigai. Dalam program sebesar ini, mata publik justru mem­bantu negara bekerja.

Kalau ada laporan makanan tidak la­yak, tindak lanjuti. Kalau ada SPPG asal-asalan, evaluasi. Kalau ada pe­masok bermain, putus. Kalau ada menu tidak sesuai, perbaiki.

Pengawasan jangan diperlakukan se­bagai gangguan. Pengawasan justru membuat program ini selamat.

Pergantian pucuk pimpinan BGN semestinya menjadi pintu masuk untuk mem­benahi MBG secara besar-besaran. Bukan sekadar berganti orang, semen­tara cara kerja lama tetap berjalan. Prog­ram sebesar ini perlu dibaca ulang de­ngan jujur. Dapur mana yang layak, mana yang dipaksakan. Mitra mana yang benar-benar amanah, mana yang hanya rapi di berkas. Daerah mana yang seharusnya lebih dulu menerima, dan mana yang selama ini cepat karena de­kat dengan pusat keputusan.

MBG ke depan tidak bisa diperbaiki setengah hati. Hulu sampai hilir harus di­bereskan. Dari dapur SPPG, pasokan ba­han pangan, ahli gizi, distribusi, ka­nal pengaduan, sampai memastikan ma­kanan itu aman setelah sampai di ta­ngan anak-anak. Kepemimpinan baru BGN harus lebih berani mende­ngar. Sebab program ini terlalu besar jika hanya dijaga oleh laporan. Ia harus dijaga oleh sistem yang kuat, pelaksana yang jujur, dan masyarakat yang diberi ruang ikut mengawasi.

Saya tetap percaya MBG adalah agen­da besar. Ia bisa memperbaiki gizi anak, menggerakkan UMKM, mem­buka lapangan kerja, menyerap pe­ngang­guran, dan memperkuat ekonomi lokal. Tetapi kebesaran program ini harus diimbangi dengan kebesaran tanggung jawab.

Jangan sampai MBG hanya ramai di seremoni, besar di laporan, tetapi lemah di piring anak-anak.

Program ini harus terus berjalan. Tetapi berjalan saja tidak cukup. Ia ha­rus sampai dengan benar. Aman di­makan. Layak diterima. Tepat me­nyasar. Dan terasa manfaatnya, bukan ha­nya di meja sekolah, tetapi juga di dapur rakyat kecil.

Karena MBG bukan hanya urusan makan gratis. Ini urusan gizi anak-anak. Urusan dapur rakyat. Urusan la­pangan kerja. Urusan kepercayaan publik kepada negara.

Niat baik ini terlalu besar untuk dibiarkan berjalan asal cepat. Masif me­mang penting. Tetapi untuk maka­nan anak-anak, mutu jauh lebih menentukan daripada sekadar cepat sampai. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pemkab Serang Tunggu Penempatan Manajer KDMP

Next Post

Kenali Pemegang Saham, Apa Hak dan Tanggung Jawabnya

Related Posts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik
Catatan Sekam

Hari Pertama yang Tidak Mudah

by Mashudi
Senin, 15 Juni 2026 07:42

Saya termasuk orang yang tidak gampang percaya pada hasil latihan. Berlatih itu penting. Tapi suasana latihan sering terlalu ramah. Semua...

Read moreDetails

Mas Amin dan Rasa Kopi

Saya Kalah oleh Panitia

Ketika Kejatuhan Dirayakan

Setelah Upacara Selesai

Belajar dari Panitia Kurban

Dari Pasar Senen ke Pasar Modal

Reformasi dan Suara Motor Kurir

Panas Tinggi Itu Ternyata Neuroblastoma

Petani Futuristik

Next Post
Kenali Pemegang Saham, Apa Hak dan Tanggung Jawabnya

Kenali Pemegang Saham, Apa Hak dan Tanggung Jawabnya

Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya: Pemerintah Tak Serius Tangani Pencemaran Ciujung

Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya: Pemerintah Tak Serius Tangani Pencemaran Ciujung

Usai Tulis Wasiat di Secarik Kertas, Seorang Pria Gantung Diri

Usai Tulis Wasiat di Secarik Kertas, Seorang Pria Gantung Diri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Korupsi Minyak Goreng PT ABM, Direktur PT KAN Siap Kembalikan Uang Negara Rp 20,4 Miliar

Korupsi Minyak Goreng PT ABM, Direktur PT KAN Siap Kembalikan Uang Negara Rp 20,4 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 09:41
Dampingi Presiden Prabowo, Ketua HIPMI Banten Promosikan Investasi Banten ke Jerman

Dampingi Presiden Prabowo, Ketua HIPMI Banten Promosikan Investasi Banten ke Jerman

Kamis, 18 Juni 2026 09:27
Setengah Bulan, Air Sungai Ciujung Menghitam

Setengah Bulan, Air Sungai Ciujung Menghitam

Kamis, 18 Juni 2026 09:11
Korupsi Pengangkutan Kargo Material Proyek di PT Angkasa Pura Kargo Rp 8,3 Miliar Hadirkan Ahli Keuangan Negara

Korupsi Pengangkutan Kargo Material Proyek di PT Angkasa Pura Kargo Rp 8,3 Miliar Hadirkan Ahli Keuangan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 08:53
Usai Tulis Wasiat di Secarik Kertas, Seorang Pria Gantung Diri

Usai Tulis Wasiat di Secarik Kertas, Seorang Pria Gantung Diri

Kamis, 18 Juni 2026 08:32
Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya: Pemerintah Tak Serius Tangani Pencemaran Ciujung

Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya: Pemerintah Tak Serius Tangani Pencemaran Ciujung

Kamis, 18 Juni 2026 08:08
Korupsi Minyak Goreng PT ABM, Direktur PT KAN Siap Kembalikan Uang Negara Rp 20,4 Miliar

Korupsi Minyak Goreng PT ABM, Direktur PT KAN Siap Kembalikan Uang Negara Rp 20,4 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 09:41
Dampingi Presiden Prabowo, Ketua HIPMI Banten Promosikan Investasi Banten ke Jerman

Dampingi Presiden Prabowo, Ketua HIPMI Banten Promosikan Investasi Banten ke Jerman

Kamis, 18 Juni 2026 09:27
Setengah Bulan, Air Sungai Ciujung Menghitam

Setengah Bulan, Air Sungai Ciujung Menghitam

Kamis, 18 Juni 2026 09:11
Korupsi Pengangkutan Kargo Material Proyek di PT Angkasa Pura Kargo Rp 8,3 Miliar Hadirkan Ahli Keuangan Negara

Korupsi Pengangkutan Kargo Material Proyek di PT Angkasa Pura Kargo Rp 8,3 Miliar Hadirkan Ahli Keuangan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 08:53
Usai Tulis Wasiat di Secarik Kertas, Seorang Pria Gantung Diri

Usai Tulis Wasiat di Secarik Kertas, Seorang Pria Gantung Diri

Kamis, 18 Juni 2026 08:32
Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya: Pemerintah Tak Serius Tangani Pencemaran Ciujung

Kaukus Lingkungan Hidup Serang Raya: Pemerintah Tak Serius Tangani Pencemaran Ciujung

Kamis, 18 Juni 2026 08:08

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Korupsi Minyak Goreng PT ABM, Direktur PT KAN Siap Kembalikan Uang Negara Rp 20,4 Miliar

Korupsi Minyak Goreng PT ABM, Direktur PT KAN Siap Kembalikan Uang Negara Rp 20,4 Miliar

by Fahmi
Kamis, 18 Juni 2026 09:41

Direktur PT KAN, Andreas Andrianto Wijaya (kiri), saat menjalani persidangan.

Dampingi Presiden Prabowo, Ketua HIPMI Banten Promosikan Investasi Banten ke Jerman

Dampingi Presiden Prabowo, Ketua HIPMI Banten Promosikan Investasi Banten ke Jerman

by Yusuf Permana
Kamis, 18 Juni 2026 09:27

Ketua DPD HIPMI Banten, Rifky Hermiansyah, bersalaman dengan Presiden Jerman di Jakarta. (Foto: HIPMI Banten)

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak