SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy angkat bicara terkait kasus sodomi di Kabupaten Tangerang yang memakan korban 25 anak-anak.
Andika menilai perbuatan yang dilakukan oleh lelaki paruh baya berinisial WS alias Babeh (50), warga Kecamatan Gunungkaler, Kabupaten Tangerang tersebut biadab.
“Itu tidak bisa ditolerir lagi,” kata Andika kepada awak media setelah shalat Jumat di Masjid Raya Al Bantani KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Jumat (5/1).
Menurut Andika, atas dasar alasan apapun, pelaku harus dihukum seberat-beratnya karena perbuatan tersebut merupakan pelanggaran hukum yang sangat berat.
“Saya mendengarnya saja, tidak tega,” kata Andika sambil menggelengkan kepalanya.
Sebelumnya diberitakan Radar Banten Online, pria yang bekerja sebagai guru honorer SD itu diduga telah menyodomi 25 anak-anak.
Berbekal iming-iming penyaluran ilmu Semarmesem, ia menyodomi para korbannya. Aksi bejat itu terus dilakukan berulang-ulang sejak April hingga Desember 2017, setelah ditinggal pergi istrinya menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)










