Pemprov Banten menjadikan pendidikan sebagai salah satu program prioritas. Hal itu tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten tahun 2017-2022. Pemprov Banten mengintervensi pelayanan pendidikan dan meningkatkan aksesibilitas masyarakat.
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy mengatakan, saat ini Pemprov Banten melakukan pemetaan terhadap kecamatan yang ada di seluruh wilayah Banten. “Kami maping setiap kecamatan yang belum ada SMA/SMK negeri,” ujar Andika.
Apalagi saat ini penerimaan peserta didik baru (PPDB) menggunakan metode zonasi seperti yang diamanatkan pemerintah pusat. Untuk itu, penting adanya keberadaan sekolah negeri di setiap kecamatan. Selain itu, adanya sekolah negeri di setiap kecamatan juga membantu masyarakat untuk mendekatkan pelayanan pendidikan. “Negara hadir untuk lebih mendekatkan pelayanan pendidikan kepada masyarakat. Sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh untuk sekolah,” tuturnya.
Tahun ini, Andika mengatakan, Pemprov Banten membangun 11 unit sekolah baru (USB) di Kabupaten Lebak yang selama ini menumpang di bangunan sekolah lain atau filial. Selain membangun USB, Pemprov juga membeli sejumlah lahan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota untuk persiapan pembangunan USB di tahun mendatang. “Total target RPJMD kami ada 34 USB. Kami lakukan bertahap karena kemarin ada refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19,” terangnya.
Kata dia, tahun depan Pemprov Banten akan kembali melakukan pembangunan USB. Meskipun tak rampung secara keseluruhan, tetapi Pemprov di era kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim dan dirinya sudah mempersiapkan lahan-lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan USB.
“Harapannya, semakin dekat sekolah, maka masyarakat semakin semangat untuk belajar. Dan tentu ini juga akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Banten yang mampu bersaing dengan daerah lain,” tutur Andika. (*)











