“Dimula awal pandemi Covid-19, terkontraksi hingga -3,33 persen. Geliat ekonomi Banten merangkak hingga 8,89 persen. Ini di atas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Merangkaknya pertumbuhan ekonomi, kata Andika sebagai bentuk semua stakeholder seperti Pemprov, Pemerintah Daerah dan termasuk para pengusaha berkomitmen menjaga geliat investasi.
“Ini berkat komitmen semuanya menjaga geliat investasi di Provinsi Banten,” terangnya.
Andija mengungkapkan, geliat investasi di tunjukkan dengan ada perbaikan. Tahun 2021 nilai investasi di Banten mencapai Rp73 triliun.
“Tentu kami berharap Kadin bisa menjaga iklim investasi di wilayah Banten,” katanya.











